Cara Duduk Seperti Ini Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Demensia secara Signifikan
Meski penelitian berbasis di Swedia, temuan ini kemungkinan bisa digeneralisasi ke populasi global yang lebih luas. Dengan demikian, penelitian tersebut bisa membantu memberi informasi untuk pedoman kesehatan masyarakat dan strategi pencegahan untuk mengurangi demensia.
Peneliti utama, Dr Mats Hallgren dari Institut Karolinska Swedia mengatakan, studi tersebut menyoroti perbedaan besar antara kebiasaan duduk pasif dan kebiasaan duduk yang melibatkan pikiran dalam hal kesehatan otak.
"Meskipun semua posisi duduk hanya melibatkan pengeluaran energi minimal, hal itu dapat dibedakan berdasarkan tingkat aktivitas otak," kata Hallgren.
"Cara kita menggunakan otak saat duduk tampaknya merupakan penentu penting fungsi kognitif di masa depan dan, seperti yang telah kami tunjukkan, dapat memprediksi timbulnya demensia," tambahnya.
Menurutnya perilaku kurang gerak adalah faktor risiko umum, namun bisa dimodifikasi untuk banyak kondisi kesehatan, seperti demensia.
"Studi kami menambahkan pengamatan bahwa tidak semua perilaku kurang gerak itu sama; beberapa dapat meningkatkan risiko demensia, sementara yang lain mungkin bersifat melindungi," tambahnya.