Polres Siak Catat Produksi Jagung Lebih dari 22 Ton, Dukung Ketersediaan Pangan Daerah
"Hingga saat ini, sebanyak 27,64 hektare lahan telah memasuki masa panen. Produksi jagung yang dihasilkan tercatat mencapai 22.468 kilogram," jelasnya.
Meski demikian, proses penyerapan hasil panen masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa hasil panen dari wilayah tertentu belum memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Bulog, terutama terkait kadar aflatoksin dan tingkat kelembapan yang masih tinggi.
Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Kandis dan Tualang. Untuk mengantisipasi kerugian petani, hasil panen yang belum memenuhi standar Bulog dialihkan ke pasar alternatif.
“Sebagai langkah solutif agar hasil tani tidak terbuang sia-sia, komoditas tersebut dialihkan untuk kebutuhan pakan ternak ayam maupun dijual langsung kepada masyarakat dengan harga yang kompetitif,” terang Dedek.
Sementara itu, hingga 29 Mei 2026, total jagung yang berhasil diserap Bulog tercatat mencapai 12.584 kilogram.
Polsek Koto Gasib menjadi wilayah dengan penyerapan tertinggi sebesar 3.564 kilogram, sedangkan Polsek Kandis menyumbang 7.069 kilogram jagung yang berhasil masuk ke rantai distribusi Bulog.