Menu

Polres Siak Catat Produksi Jagung Lebih dari 22 Ton, Dukung Ketersediaan Pangan Daerah

Lina 30 May 2026, 15:51
Polres Siak Catat Produksi Jagung Lebih dari 22 Ton, Dukung Ketersediaan Pangan Daerah
Polres Siak Catat Produksi Jagung Lebih dari 22 Ton, Dukung Ketersediaan Pangan Daerah

RIAU24.COM - SIAK – Komitmen mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional terus ditunjukkan Polres Siak. Melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan jajaran Polsek di wilayah hukum Kabupaten Siak, kepolisian berhasil mengoptimalkan pengelolaan lahan jagung seluas 93,6 hektare sepanjang Kuartal I dan II Tahun 2026.

Program yang menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda ketahanan pangan nasional tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pendampingan petani hingga proses panen dan pemasaran hasil produksi.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Ps Kasi Humas Polres Siak AIPTU Dedek Prayoga, S.H., menjelaskan bahwa hingga 18 Mei 2026, dari total 93,6 hektare lahan yang disiapkan, sebanyak 87,6 hektare telah berhasil ditanami jagung.

“Program ini melibatkan sinergi antara jajaran Polsek dan kelompok tani dengan memanfaatkan lahan-lahan produktif yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Siak,” ujar Dedek.

Beberapa wilayah tercatat memberikan kontribusi lahan yang cukup besar. Polsek Sungai Mandau menjadi penyumbang lahan terluas dengan 43,5 hektare, disusul Polsek Kandis seluas 10 hektare. Program serupa juga berjalan di wilayah Tualang, Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Koto Gasib, dan sejumlah kecamatan lainnya.

Menurut Dedek, hingga saat ini sebanyak 27,64 hektare lahan telah memasuki masa panen dengan total produksi mencapai 22.468 kilogram jagung.

"Hingga saat ini, sebanyak 27,64 hektare lahan telah memasuki masa panen. Produksi jagung yang dihasilkan tercatat mencapai 22.468 kilogram," jelasnya.

Meski demikian, proses penyerapan hasil panen masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa hasil panen dari wilayah tertentu belum memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Bulog, terutama terkait kadar aflatoksin dan tingkat kelembapan yang masih tinggi.

Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Kandis dan Tualang. Untuk mengantisipasi kerugian petani, hasil panen yang belum memenuhi standar Bulog dialihkan ke pasar alternatif.

“Sebagai langkah solutif agar hasil tani tidak terbuang sia-sia, komoditas tersebut dialihkan untuk kebutuhan pakan ternak ayam maupun dijual langsung kepada masyarakat dengan harga yang kompetitif,” terang Dedek.

Sementara itu, hingga 29 Mei 2026, total jagung yang berhasil diserap Bulog tercatat mencapai 12.584 kilogram.

Polsek Koto Gasib menjadi wilayah dengan penyerapan tertinggi sebesar 3.564 kilogram, sedangkan Polsek Kandis menyumbang 7.069 kilogram jagung yang berhasil masuk ke rantai distribusi Bulog.

Ke depan, Polres Siak akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan kepada para petani serta personel yang terlibat dalam program tersebut. Fokus tidak hanya pada perluasan areal tanam, tetapi juga peningkatan kualitas hasil panen melalui edukasi teknik budidaya dan penanganan pascapanen.

Langkah tersebut dinilai penting agar hasil produksi jagung dari Kabupaten Siak mampu memenuhi standar pangan nasional, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Program ketahanan pangan yang digagas Polres Siak ini menjadi bukti bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.(Lin)