Menu

Jangan Lagi Kambing Hitamkan Konflik Timur Tengah atas Pelemahan Rupiah

Azhar 8 Jun 2026, 20:57
Ilustrasi melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS. Sumber: RRI
Ilustrasi melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS. Sumber: RRI

RIAU24.COM - Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo berharap pemerintah tidak menjadikan konflik Timur Tengah dan ketidakpastian global dalam menghadapi tekanan ekonomi nasional.

"Janganlah kita mengambil alasan konflik sana, enggak usah. Kita lihat realitas sekarang, dolar kita sudah Rp18.000 sekian. Kalau dolar sudah naik, sudah pasti sektor industri kena," ujarnya dikutip dari rmol.id, Senin 8 Juni 2026.

Menurutnya, pelemahan rupiah hingga Rp18 ribu per dolar sebagai ancaman nyata.

"Serta membuat pemerintah memiliki fokus utama, bukan sekadar dalih," ujarnya.

Dia lalu menyebut rangkaian dampak kenaikan dolar.

"Seperti memukul sektor industri secara bertubi-tubi, biaya impor bahan baku melonjak, harga pokok produksi ikut naik, sementara daya beli masyarakat terus merosot," sebutnya.

Dia juga menilai kondisi itu bukan sekadar siklus biasa, melainkan krisis nyata yang membutuhkan langkah luar biasa dari pemerintah.