Menu

Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026

Dahari 9 Jun 2026, 04:17
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026

Dengan implementasi SPIP yang baik, setiap program dan kegiatan pemerintah diyakini dapat berjalan lebih efektif, efisien, akuntabel, serta mampu menjaga aset daerah dan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kasmarni menekankan penguatan efektivitas pengendalian korupsi tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian nilai atau indikator penilaian semata, melainkan harus menjadi kebutuhan mendasar dalam membangun birokrasi yang profesional.

"Penguatan efektivitas pengendalian korupsi bukanlah sekadar untuk memenuhi indikator penilaian. Lebih dari itu, hal ini merupakan kebutuhan mendasar dalam menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi,"ungkapnya lagi.

Kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan hasil penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi Tahun 2025 oleh Perwakilan BPKP Provinsi Riau yang menunjukkan Kabupaten Bengkalis masih perlu melakukan berbagai penguatan.

"Saat ini, Bengkalis memperoleh skor SPIP sebesar 2,872, Manajemen Risiko Indeks (MRI) sebesar 2,866, dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) sebesar 2,378,"bebernya.

Pun demikian, Kasmarni optimistis melalui kegiatan asistensi yang dilaksanakan bersama BPKP ini kualitas penyelenggaraan SPIP terintegrasi, efektivitas dalam pengendalian korupsi di Kabupaten Bengkalis akan semakin meningkat.

Halaman: 123Lihat Semua