Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Keistimewaan replika kapal juga terlihat dari tokoh-tokoh yang berada di atasnya. Sosok Sultan Siak diperankan oleh Kerabat Resam Siak sebagai simbol pemimpin yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam memimpin negeri.
Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Siak turut berada di atas kapal sebagai representasi keberlanjutan kepemimpinan daerah yang berkomitmen menjaga warisan sejarah, budaya Melayu, serta nilai-nilai keislaman dalam pembangunan Kabupaten Siak.
Tujuh Panglima Kerajaan yang diperankan anggota Dewan Kesenian Siak menggambarkan hulubalang negeri yang siap menjaga marwah dan mempertahankan kehormatan tanah Melayu.
Menurut Tengku Zulkarnain, seluruh formasi yang berada di atas Kapal Harimau Buas merepresentasikan empat pilar utama peradaban Melayu Siak yang berpijak pada ajaran Al-Qur'an, yakni Umara, Ulama, Adat, dan Hulubalang.
Umara melambangkan kepemimpinan yang adil dan amanah, Ulama sebagai sumber ilmu dan pembimbing spiritual, Adat sebagai identitas Melayu yang berjalan seiring syariat Islam, serta Hulubalang sebagai simbol keberanian dan kesiapsiagaan dalam menjaga negeri.
"Keempat unsur tersebut dipersatukan dalam satu kapal sebagai gambaran bahwa kejayaan Kesultanan Siak tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh persatuan seluruh elemen masyarakat yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," jelasnya.