Menu

Komitmen PTPN IV Jaga Stabilitas Harga Sawit Dapat Apresiasi Tinggi dari Petani Plasma

Devi 7 Jul 2026, 13:20
Komitmen PTPN IV Jaga Stabilitas Harga Sawit Dapat Apresiasi Tinggi dari Petani Plasma
Komitmen PTPN IV Jaga Stabilitas Harga Sawit Dapat Apresiasi Tinggi dari Petani Plasma

RIAU24.COM - Kelompok petani kelapa sawit yang menjalin kemitraan dengan PTPN IV PalmCo memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen manajemen perusahaan dalam memelihara stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) di kala kondisi pasar sedang tidak menentu.

Di tengah situasi industri yang sempat terguncang akibat penyesuaian regulasi ekspor satu pintu serta maraknya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) non-pemerintah yang mematok harga di bawah standar resmi, anak perusahaan BUMN ini tetap konsisten membeli hasil panen petani mitra dengan nominal yang stabil serta berada di atas rata-rata pasar swasta.

Peran aktif PTPN IV ini terbukti sukses meminimalkan dampak buruk dari kejatuhan harga yang biasanya menjadi pukulan telak bagi para petani mandiri.

Pujian tersebut diutarakan oleh Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya yang berlokasi di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu, Hadiyanto. Dirinya menceritakan bagaimana para petani binaan merasakan proteksi nyata dari sistem kemitraan ini, utamanya pada periode krisis pasar terjadi.

“Kami dan segenap petani mitra PTPN IV Regional III Sei Tapung sangat bersyukur menjadi bagian dari PTPN IV. Saat petani swadaya sangat terimbas dengan anjloknya harga, kami masih bisa tersenyum karena harga tetap stabil,” papar Hadiyanto di sela agenda diskusi kelompok terpumpun pada acara bedah buku di Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).

Hadiyanto menguraikan bahwa margin harga beli TBS yang didapatkan petani plasma mereka jika diadu dengan PKS swasta di sekitar lingkungan perkebunan berkisar antara Rp600 sampai Rp1.000 per kilogram.

Ketetapan tarif dari PTPN IV ini menghadirkan kepastian finansial yang sangat menolong, terlebih di saat volume produksi kebun kelapa sawit sedang merosot akibat faktor penuaan pohon maupun gangguan iklim.

“Kebijakan harga yang diterapkan PTPN IV sangat membantu petani anggota kami. Di saat tren produksi sedang menurun dan harga di PKS lain anjlok, PTPN tetap hadir with harga yang stabil. Pendapatan petani menjadi lebih aman,” urainya.

Sebagai kepanjangan tangan negara di sektor industri perkebunan, PTPN IV PalmCo menjamin tata kelola penyerapan produk TBS milik masyarakat dan mitra tetap berjalan tertib mengikuti instruksi regulasi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menerangkan bahwa sampai dengan bulan April 2026, korporasi telah mengamankan pasokan sekitar 1,03 juta ton TBS dari kebun rakyat dan mitra, atau mencatatkan tren positif sebesar 2,52 persen dibanding kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya.

"Peningkatan volume serapan ini berjalan beriringan dengan penerapan standar mutu yang jelas. Hingga April 2026, perolehan rendemen CPO kami terjaga di angka 18,69 persen," ucap Jatmiko mengonfirmasi kontribusi perusahaan terhadap ketahanan stok CPO nasional.

Dalam rangka mengawal tata niaga kelapa sawit agar tetap kondusif, pihak manajemen perseroan senantiasa memperkuat jalinan komunikasi dengan dinas perkebunan di tiap area kerja mereka. Lewat langkah koordinatif ini, fungsi badan usaha milik negara sebagai penyeimbang ekonomi masyarakat bawah dapat terealisasi secara maksimal.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menegaskan keseriusan institusinya dalam menegakkan aturan harga yang adil bagi petani.

"PTPN IV PalmCo terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan untuk memastikan implementasi Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Kehadiran BUMN di daerah harus menjadi referensi harga yang wajar dan jangkar pengaman tata niaga, terutama saat pasar sedang mengalami gejolak," jelas Arya. ***

«12