Komitmen Lindungi Anak, Siak Terima Penghargaan Nasional Program Zero Dose
RIAU24.COM - MAKASSAR – Kabupaten Siak kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Atas komitmennya dalam menjangkau anak-anak yang belum pernah memperoleh imunisasi dasar atau zero dose, Kabupaten Siak menerima penghargaan nasional pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, Ny. Siti Sarifah Syamsurizal.
Siak menjadi satu dari tiga kabupaten di Provinsi Riau yang menerima penghargaan tersebut. Dua daerah lainnya adalah Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Indragiri Hilir. Ketiganya dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Intervensi Imunisasi Anak Zero Dose (IZD).
Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah Syamsurizal, mengatakan penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini berkolaborasi dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas layanan imunisasi dasar.
"Penghargaan ini adalah bentuk komitmen nyata dan kerja sama yang saling menyatu oleh semua pihak atas kepedulian bersama mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045," ujar Siti, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah daerah, pemerintah kampung, kader PKK, hingga kader Posyandu.
Menurutnya, tenaga kesehatan berperan memastikan ketersediaan vaksin serta pelayanan imunisasi, sementara pemerintah di tingkat kecamatan hingga kampung memberikan dukungan pelaksanaan di lapangan. Di sisi lain, kader PKK dan Posyandu menjadi ujung tombak dalam melakukan edukasi kepada masyarakat sekaligus mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari layanan imunisasi.
Program Intervensi Imunisasi Anak Zero Dose merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama Kementerian Kesehatan untuk menemukan anak-anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar lengkap, kemudian memberikan layanan imunisasi agar terlindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi, seperti campak, polio, dan difteri.
Siti menegaskan penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari perjuangan, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan capaian program di masa mendatang.
"Penghargaan yang diterima hari ini adalah awal dari kerja nyata, kerja keras, dan kerja cerdas. Ke depan tantangannya justru akan semakin besar. Jangan sampai penghargaan ini membuat kita lengah sehingga angka zero dose yang sudah kita tekan dengan susah payah justru kembali muncul dan membuat kita harus memulai lagi dari awal," tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan imunisasi dasar.
Menurutnya, keberhasilan melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(Lin)