Menu

Bupati Siak Gandeng Tiga Balai Kementerian, Jalan Nasional, Irigasi dan Air Bersih Masuk Prioritas Pembangunan 2026

Lina 16 Jul 2026, 15:55
Bupati Siak Gandeng Tiga Balai Kementerian, Jalan Nasional, Irigasi dan Air Bersih Masuk Prioritas Pembangunan 2026
Bupati Siak Gandeng Tiga Balai Kementerian, Jalan Nasional, Irigasi dan Air Bersih Masuk Prioritas Pembangunan 2026

RIAU24.COM - SIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Perbaikan jalan nasional, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan air bersih hingga peningkatan konektivitas menuju kawasan industri menjadi agenda prioritas pembangunan Kabupaten Siak pada 2026.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Bupati Siak Afni Zulkifli bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Riau, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III Riau di Zamrud Meeting Room, Komplek Rumah Rakyat, Kota Siak, Kamis (16/7/2026).
Rapat yang dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) itu bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program infrastruktur tahun 2025 sekaligus menyusun sinkronisasi program pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2026.
Plt Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, mengungkapkan salah satu proyek prioritas tahun depan adalah penanganan ruas jalan nasional Simpang Lago–Pelabuhan Tanjung Buton. Jalan tersebut dinilai sangat strategis karena menjadi akses utama menuju Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang tengah diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain peningkatan kualitas jalan, BPJN juga merencanakan pembangunan akses menuju Pelabuhan Tanjung Buton melalui skema multi years yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.
BPJN turut mengusulkan pembangunan ruas Kampung Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan sepanjang 3,5 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp49 miliar, serta melanjutkan pembangunan ruas Buana Makmur–Buatan Baru sepanjang 3,6 kilometer guna memperkuat konektivitas kawasan pangan dan energi di Kabupaten Siak.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III Riau, Daniel, menyebut Kabupaten Siak menjadi salah satu daerah yang memperoleh alokasi program terbesar di Provinsi Riau pada tahun 2026.
Program tersebut meliputi pemeliharaan rutin jaringan irigasi di Kecamatan Bungaraya, rehabilitasi sejumlah jaringan irigasi, termasuk di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, serta optimalisasi sekitar 50 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang selama ini menopang produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Menanggapi berbagai rencana tersebut, Bupati Afni meminta pemerintah pusat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, terutama penanganan jalan rusak, rehabilitasi irigasi, serta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah.
Ia juga mengusulkan agar beberapa ruas jalan kabupaten yang memiliki fungsi strategis terhadap pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional sehingga penanganannya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Tidak ada yang lebih baik selain menggerakkan seluruh instrumen pemerintah secara bersama-sama. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah," ujar Afni.
Selain itu, Afni meminta agar Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kecamatan Sabak Auh yang telah selesai dibangun segera difungsikan sehingga dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Pemkab Siak juga akan terus memperjuangkan masuknya sejumlah ruas jalan ke dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) sebagai upaya mempercepat konektivitas antarwilayah, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang investasi yang lebih luas di Kabupaten Siak.
Melalui sinergi dengan tiga balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, Pemkab Siak berharap pembangunan infrastruktur pada 2026 dapat berjalan lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Lin)