Kematian di SPBU Palas Sebut Kuasa Hukum Terduga Pelaku bukan Niat, Tetapi Murni Membela Diri
Tanpa direncanakan, jelas Bedman mengulangi pengakuan klien mereka, ternyata yang didapat oleh AAPR adalah sebuah kunci roda.
"Terjadinya pemukulan menggunakan kunci roda yang dilakukan oleh AAPR, bukan sengaja mengarahkan ke bagian vital korban, itu secara acak saja karena panik setelah korban mengayunkan pisau ke arah klien kami," tutur Bedman.
"Tujuan klien kami sebenarnya adalah berusaha agar pisau korban tidak mengenai klien kami, tetapi naas, ternyata kunci roda tersebut malah mengenai kepala korban sehingga menyebabkan luka di bagian kepala korban," lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang tersebar ke masyarakat lewat pemberitaan beberapa media online, sudah simpang siur dan bisa mengaburkan fakta.
"Ada beberapa yang mengatakan bahwa klien kami melakukan pemukulan setelah korban tersungkur, sebenarnya itu salah, yang sebenarnya adalah klien kami memungut pisau yang sebelumnya dipegang oleh korban," ucap Bedman tegas.
"Klien kami memungut pisau yang sebelumnya dipegang korban, tujuannya untuk mengamankan senjata tajam tersebut karena takut diambil oleh teman-teman korban yang saat itu ada juga yang ikut bersama korban," sambungnya.