Menu

Kunjungi Istana Siak, Bupati Afni Minta Komisi X DPR RI Dukung Renovasi Cagar Budaya

Lina 22 Jul 2026, 19:22
Kunjungi Istana Siak, Bupati Afni Minta Komisi X DPR RI Dukung Renovasi Cagar Budaya
Kunjungi Istana Siak, Bupati Afni Minta Komisi X DPR RI Dukung Renovasi Cagar Budaya

RIAU24.COM - SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli meminta Komisi X DPR RI memberikan perhatian khusus terhadap upaya pelestarian Istana Siak dengan mendukung percepatan renovasi bangunan cagar budaya tersebut. Permintaan itu disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja dan reses Komisi X DPR RI di Kabupaten Siak, Rabu (22/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Afni mengajak Ketua Rombongan Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian bersama anggota meninjau langsung kondisi Istana Siak, salah satu ikon sejarah Melayu yang menjadi saksi kejayaan Kesultanan Siak sekaligus perjuangan Sultan Syarif Kasim II dalam mendukung kemerdekaan Indonesia.

Di hadapan rombongan, Afni menjelaskan Sultan Syarif Kasim II telah menyerahkan harta dan takhtanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan bangsa. Hingga kini, bangunan istana beserta koleksi peninggalan Kesultanan Siak masih terjaga dan menjadi warisan sejarah yang bernilai tinggi.

"Istana Siak merupakan bukti kejayaan Kerajaan Siak, salah satu kerajaan Melayu terbesar di Pulau Sumatra. Sultan Syarif Kasim II juga tercatat menyerahkan harta dan takhtanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan. Bangunan beserta koleksi peninggalannya masih berdiri kokoh hingga saat ini," ujar Afni.

Meski demikian, Afni mengungkapkan kondisi fisik bangunan kini membutuhkan penanganan serius. Sejumlah bagian mengalami kerusakan, terutama lantai dua yang sudah lapuk sehingga tidak lagi aman dilalui pengunjung.

Akibat kondisi tersebut, rombongan Komisi X DPR RI tidak dapat melihat secara langsung berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di lantai dua Istana Siak.

"Di lantai dua masih banyak tersimpan benda-benda peninggalan Kerajaan Siak. Namun, kondisinya tidak memungkinkan dikunjungi karena lantainya sudah lapuk dan dikhawatirkan tidak mampu menahan beban," katanya.

Afni menyebut kebutuhan anggaran untuk renovasi Istana Siak diperkirakan mencapai Rp10 miliar hingga Rp20 miliar. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Siak pada tahun 2026 baru memperoleh bantuan dari Kementerian Kebudayaan sebesar Rp3,5 miliar.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi langkah awal yang positif, namun belum mencukupi untuk membiayai seluruh proses rehabilitasi bangunan bersejarah tersebut.

"Dengan anggaran yang tersedia saat ini, tentu belum mampu menutupi seluruh kebutuhan perbaikan Istana Siak," ungkapnya.

Karena itu, Afni berharap Komisi X DPR RI dapat mendorong pemerintah pusat mengalokasikan tambahan anggaran agar renovasi dapat dilakukan secara menyeluruh. Ia menegaskan pelestarian Istana Siak tidak hanya penting bagi masyarakat Kabupaten Siak, tetapi juga bagi sejarah dan kebudayaan nasional.

"Kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat untuk merenovasi Istana Siak. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa karena masih menyimpan berbagai peninggalan Kesultanan Siak yang harus dijaga untuk generasi mendatang," tuturnya.

Sebelum mengunjungi Istana Siak, rombongan Komisi X DPR RI meninjau hasil revitalisasi SD Negeri 001 Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura.

Agenda dilanjutkan dengan makan beranyut di tepian Sungai Siak, kemudian mengunjungi sejumlah destinasi sejarah dan religi, di antaranya Masjid Syahabuddin, Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II, dan diakhiri dengan peninjauan ke Istana Siak.

Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperjuangkan dukungan pemerintah pusat dalam menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya dan sejarah terpenting di Provinsi Riau.(Lin)