Menu

Cara Gus Yahya Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Azhar 23 Jul 2026, 06:19
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Sumber: kompas com
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Sumber: kompas com

RIAU24.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengaku kembali maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Hal ini dilakukannya dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026, dikutip dari rmol.id, Kamis 23 Juli 2026.

Alasan dirinya kembali maju karena berbagai agenda strategis yang telah dirintis selama periode pertama kepemimpinannya belum tuntas.

"Saya memang hendak mencalonkan lagi karena, pertama, saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Sekarang saya juga lebih mengerti bagaimana meningkatkan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh," sebutnya.

Program unggulannya yakni transformasi digital tata kelola organisasi Nahdlatul Ulama. 

Digitalisasi akan memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.

Sistem manajemen digital ini menurutnya telah diterapkan hingga tingkat cabang, serta sebagian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). 

"Sudah dinikmati sampai ke tingkat cabang dan sebagian MWC, yaitu kepengurusan di tingkat kecamatan. Sudah ada sekitar 900 dari lebih 7.000 MWC yang sudah masuk ke dalam sistem," sebutnya.

Jika berjalan sesuai rencana program ini akan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun.