Kematian di SPBU Palas, Begini Kronologi Berdasarkan Keterangan Saksi Mata
"Karena merasa terancam atas perlakuan korban, maka klien kami mencoba mencari sesuatu yang bisa dijadikan alat perlindungan diri," sebut Bedman.
Dengan terpaksa AAPR turun dari mobilnya, namun korban yang membawa senjata tajam tersebut mencoba menyerang dan AAPR pun mengelak dengan mengayunkan alat yang didapatinya dari belakang kursi supir berupa kunci roda tanpa arah yang jelas.
"Tentu tujuan klien kami disini adalah murni membela diri tanpa ada niat yang lain. Sekali lagi kami tekankan bahwa niat klien kami adalah membela diri karena melihat korban menyerang menggunakan sebilah pisau," terang Bedman.
Naas, saat mengayunkan kunci roda yang niat awal AAPR menangkis serangan pisau korban tersebut, justru secara tak sengaja mengenai kepala korban dan menyebabkan korban langsung terjatuh.
"Jadi pemberitaan yang mengatakan bahwa klien kami menyerang saat korban sudah terjatuh itu adalah tidak benar," kata Bedman.
"Dari rekaman amatir yang tersebar di media sosial, sebenarnya klien kami memungut senjata tajam yang dipakai korban untuk menyerangnya, hal ini dikarenakan teman-teman korban yang sebelumnya datang bersama itu ada di sekitar tempat kejadian, jadi klien kami merasa terancam dan segera mengamankan pisau tersebut," lanjut Bedman menjelaskan.