Menu

Ketika Prabowo Racik Sistem Presidensial Rasa Parlementer

Azhar 2 Aug 2026, 11:22
Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Internet
Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Penggagas Kabinet Bayangan, Feri Amsari menyebut gagasan pembentukan Kabinet Bayangan yang diisi 15 akademisi dan pegiat masyarakat sipil buntut kegelisahan sejumlah akademisi yang menilai praktik sistem ketatanegaraan Indonesia menunjukkan gejala percampuran antara sistem presidensial dan parlementer.

"Awal mula terbentuknya ini tidak sengaja karena keresahan kita yang belajar hukum tata negara. Kok sistem presidensial aroma parlementernya mulai kental terasa," sebutnya dikutip dari rmol.id, Minggu 2 Agustus 2026.

Seperti misalnya, menteri yang melapor kepada pimpinan DPR, kemudian pimpinan DPR menyampaikan laporan tersebut kepada presiden. 

Bahkan, ada pimpinan DPR yang ikut mendampingi presiden saat pengumuman kabinet.

"Ini rasa parlementer, kan," ujarnya.

Berangkat dari kondisi itu, Feri dan sejumlah akademisi kemudian menggagas pembentukan kabinet bayangan sebagaimana dikenal dalam sistem parlementer.

Sistem itu yakni menghadirkan menteri bayangan yang menjadi pasangan diskusi sekaligus pengkritik setiap kementerian.

"Kalau pemerintah punya Menteri Keuangan, maka ada Menteri Keuangan bayangan, begitu seterusnya," ujarnya.