PHR Kembangkan Kampung Patin di Rokan Hilir, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Budidaya Perikanan
"Melalui Program Kampung Patin, kami ingin memberdayakan masyarakat nelayan agar memiliki kompetensi dalam budidaya ikan sekaligus memperoleh sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat menjadi salah satu langkah untuk mengembalikan kejayaan sektor perikanan di Rokan Hilir," ujar Pandjie.
Sejak diinisiasi pada 2023, Program Kampung Patin telah melibatkan 10 kelompok pembudidaya ikan patin dengan total sekitar 100 kepala keluarga penerima manfaat. PHR memberikan dukungan pengembangan usaha mulai dari penyediaan infrastruktur hingga penguatan kapasitas pengelolaan.
Dukungan tersebut mencakup pembangunan rumah pakan, mesin produksi pakan, bahan baku pakan, benih ikan patin, pakan awal, penataan kolam budidaya, mesin penyedot lumpur, serta pelatihan teknis dan pendampingan usaha.
Investasi sosial tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pembudidaya sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan dukungan fasilitas dan peningkatan kapasitas, kelompok pembudidaya diharapkan mampu mengembangkan usaha secara profesional dan menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
PHR juga menargetkan Kampung Patin Parit Aman dapat berkembang menjadi sentra budidaya ikan patin baru di Provinsi Riau. Pengembangan ini mengacu pada keberhasilan Kampung Patin Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, yang juga merupakan salah satu program binaan PHR.
Bupati Rokan Hilir saat itu, Afrizal Sintong, mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendorong pengembangan sektor perikanan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.