Menu

Ketika NU Diusulkan Menjadi Parpol

Azhar 20 Aug 2026, 09:00
Warga Nahdlatul Ulama (NU). Sumber: Internet
Warga Nahdlatul Ulama (NU). Sumber: Internet

RIAU24.COM - Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno berharap besarnya basis massa Nahdlatul Ulama (NU) tak membuat organisasi kemasyarakatan Islam tersebut menjadi arena tarik-menarik kepentingan politik dan kekuasaan.

Untuk menghindari hal tersebut, dia mengajak seluruh elemen NU mewaspadai intervensi kekuasaan, dikutip dari rmol.id, Kamis 20 Agustus 2026.

"NU banyak yang tertarik, NU banyak yang menggoda. NU adalah salah satu political resource yang bisa dikapitalisasi sebagai bagian dari kepentingan politik," ujarnya. 

Tambahnya, dibandingkan organisasi sosial-keagamaan lain yang basis massanya lebih terbatas, NU memiliki daya tawar politik lebih besar. 

Kondisi ini membuat banyak pihak berkepentingan mendekati, memengaruhi, bahkan ikut menentukan arah kepemimpinan NU.

Dia yakin, fenomena ini tidak lepas dari sejarah panjang relasi NU dengan politik Indonesia. 

Halaman: 12Lihat Semua