Menu

Pemkab Bengkalis Tegaskan Soal Penanganan HIV/AIDS

Dahari 26 Aug 2026, 17:29
Pemkab Bengkalis Tegaskan Soal Penanganan HIV/AIDS
Pemkab Bengkalis Tegaskan Soal Penanganan HIV/AIDS

Lebih lanjut disampaikan, langkah pencegahan harus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi yang konsisten kepada masyarakat. Penyampaian informasi yang benar dan akurat tentang HIV/AIDS dinilai penting - tidak hanya untuk mencegah penularan, tetapi juga untuk menekan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) maupun Orang yang Hidup dengan HIV/AIDS (OHIDHA).

“Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang keliru. Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat memahami cara pencegahan, penularan, serta pentingnya mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bengkalis Rita Puspa memaparkan kondisi terkini penularan HIV/AIDS di daerah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis periode Januari–Juni 2026, tercatat 35 kasus HIV baru, di mana 13 di antaranya memiliki faktor risiko LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki). 

Secara keseluruhan, Kabupaten Bengkalis berada di urutan kedua jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak di Provinsi Riau setelah Kota Pekanbaru.

Rita Puspa menjelaskan bahwa untuk meminimalkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV maupun OHIDHA, KPA Kabupaten Bengkalis terus melakukan berbagai terobosan melalui program berkelanjutan.

Langkah strategis yang telah dilaksanakan antara lain, Pembentukan Pokja Peduli HIV dan AIDS di Kecamatan Mandau dan Pinggir, Pembentukan Warga Peduli AIDS di 10 Desa/Kelurahan di Kecamatan Bengkalis, Mandau, Pinggir, dan Bathin Solapan;

Halaman: 123Lihat Semua