Cegah Karhutla, Mabes TNI Turun Edukasi Masyarakat Koto Gasib
RIAU24.COM - SIAK — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat. Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI turun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat dan unsur pemerintahan di Kecamatan Koto Gasib, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Koto Gasib, Jalan Bhakti Praja KM 4, Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dipimpin Laksamana Pertama TNI Priyambodo, S.H., selaku Kepala Tim Penyuluh, bersama empat anggota tim lainnya.
Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla, terutama di wilayah Kecamatan Koto Gasib.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai unsur dilibatkan, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI-Polri, perangkat kampung hingga masyarakat dan pihak perusahaan. Hadir Camat Koto Gasib Wendy, S.Sos., M.IP., Danramil 04 Perawang Kapten Inf Edi Ayub Harahap, Kapolsek Koto Gasib, Sekcam Koto Gasib Muharam, S.Sos., jajaran pejabat dan staf kecamatan, Satpol PP, perangkat kampung, Masyarakat Peduli Api (MPA), Puskesmas serta perwakilan perusahaan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting karena pencegahan Karhutla membutuhkan koordinasi dan kepedulian bersama, terutama dalam menghadapi kondisi lahan yang mudah terbakar saat musim kemarau.
Selain mendapatkan materi dari Tim Penyuluhan Mabes TNI, para peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kondisi di lapangan, termasuk tantangan yang dihadapi dalam mencegah maupun menangani Karhutla di Kecamatan Koto Gasib.
Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran.
Kegiatan penyuluhan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Upaya edukasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, masyarakat dan dunia usaha, sehingga pencegahan Karhutla dapat dilakukan lebih dini dan potensi kebakaran di wilayah Koto Gasib dapat ditekan.(Lin)