Perkuat Kompetensi Siswa SMK melalui Penyelarasan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri
Menurut Nasril, kegiatan ini membuka ruang bagi sekolah dan guru untuk melihat kebutuhan kompetensi dari perspektif industri, yang kemudian dapat diteruskan kepada siswa melalui pembelajaran di kelas maupun praktik di workshop.
Ia berharap kerja sama antara sekolah dan dunia industri dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan penguatan pendidikan vokasi. Semakin relevan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, semakin besar peluang siswa memiliki kompetensi yang sesuai saat lulus.
Penyelarasan kurikulum ini diharapkan tidak berhenti pada penyesuaian dokumen. Melalui rencana tindak lanjut yang telah disusun, hasil kegiatan diarahkan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran agar siswa memperoleh pemahaman dan pengalaman teknis yang semakin mendekati kebutuhan di lapangan.
Kolaborasi sekolah dan industri menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan vokasi, khususnya dalam menyiapkan siswa SMK Teknik agar memiliki kompetensi, pemahaman teknis, dan kesiapan kerja yang relevan.***