Menu

45 Hafiz Cilik Dari Berbagai Sekolah Dasar Unjuk Kebolehan

Dahari 14 Sep 2026, 14:20
45 Hafiz Cilik Dari Berbagai Sekolah Dasar Unjuk Kebolehan
45 Hafiz Cilik Dari Berbagai Sekolah Dasar Unjuk Kebolehan

RIAU24.COM - Suasana Kabupaten Bengkalis mendadak menjadi pusat perhatian pendidikan Qur’ani. Sebanyak 45 hafiz cilik dari berbagai Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kabupaten Bengkalis tampil dalam ajang Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) ke-III yang digelar oleh Pondok Pesantren Ikramul Quran Bengkalis, Minggu 13 September 2026.

Peserta yang berasal dari Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, hingga Siak Kecil ini menampilkan kemampuan menghafal Al-Qur’an dengan penuh ketenangan, ketepatan, dan penghayatan. Suasana haru dan bangga menyelimuti lokasi kegiatan, terutama bagi para orang tua dan guru yang menyaksikan langsung penampilan para peserta.

Ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi tahfiz tingkat dasar, tetapi juga dipandang sebagai indikator penting lahirnya generasi Qur’ani di Kabupaten Bengkalis di tengah derasnya tantangan modernisasi dan degradasi moral.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Khaidir, menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan fondasi utama kehidupan manusia yang tidak hanya dibutuhkan secara intelektual, tetapi juga secara spiritual.

“Al-Qur’an adalah kebutuhan ruhani manusia. Ia menjadi penyejuk hati dan petunjuk keselamatan hidup. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, generasi muda harus dibentengi dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MHQ ini. “Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi gerakan berkesinambungan dalam membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Bengkalis,” tambahnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Ikramul Quran Bengkalis, Ustadz. Dr. Zulfan Ikhram, MA, menegaskan bahwa MHQ merupakan bagian dari ikhtiar besar mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga kokoh akhlaknya.

Dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya,” ia menyebut kegiatan ini sebagai investasi peradaban umat.

“Melalui MHQ ini kita ingin melahirkan kader-kader Qur’ani. Bukan hanya penghafal, tetapi juga pengamal Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Inilah investasi peradaban umat,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bengkalis, Mahzum, S.Ag, juga menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda melalui kegiatan berbasis Al-Qur’an.

“Anak-anak ini adalah aset bangsa. Jika mereka tumbuh dengan Al-Qur’an, maka masa depan bangsa akan kuat secara moral dan spiritual. MHQ ini adalah salah satu jalan strategis untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Penjamin Mutu Tahfizh Pondok Pesantren Tahfizh Ikramul Quran Bengkalis, Ustadz Budi Rahmat, SQ, SH Al-Hafizh yang juga Imam Besar Masjid Agung Istiqomah Bengkalis, menegaskan bahwa program MHQ ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen pembinaan generasi Qur’ani.

“Program tahunan ini akan terus kita laksanakan, mengingat pentingnya menanamkan benih-benih muda yang kelak akan menjadi generasi terbaik bangsa ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan Al-Qur’an sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter umat. Menurutnya, investasi terbesar bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada pembangunan manusia yang dekat dengan Al-Qur’an.

Lebih jauh, pelaksanaan MHQ ke-III ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sekolah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat fastabiqul khairat di kalangan pelajar. Para peserta tidak hanya diuji kemampuan hafalan, tetapi juga adab, ketenangan, dan mental spiritual dalam menghadapi kompetisi.

Peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun menjadi indikator kuat bahwa kesadaran masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an terus berkembang secara positif di Kabupaten Bengkalis.

Dengan suksesnya kegiatan ini, Pondok Pesantren Ikramul Quran Bengkalis semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an di Riau, yang diharapkan mampu menjadi cahaya peradaban dan penjaga moral umat di masa depan.