Menu

Mengapa Kabut Asap Kembali Pekat di Siak? Angin dari Selatan Jadi Salah Satu Penyebab

Lina 15 Sep 2026, 18:41
Mengapa Kabut Asap Kembali Pekat di Siak? Angin dari Selatan Jadi Salah Satu Penyebab
Mengapa Kabut Asap Kembali Pekat di Siak? Angin dari Selatan Jadi Salah Satu Penyebab

RIAU24.COM - SIAK – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Siak sejak Senin lalu. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan masyarakat, terutama karena sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Siak telah berhasil dipadamkan.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera VI Siak, Ihsan Abdillah, menjelaskan, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa sumber asap berasal dari kebakaran yang berada di Kabupaten Siak.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer saat ini, arah angin bergerak dari selatan menuju utara. Pada saat yang sama, aktivitas Karhutla dan titik panas (hotspot) di wilayah bagian selatan Pulau Sumatera masih cukup tinggi.

“Arah angin kita saat ini, antara bulan Januari sampai Mei bergerak dari utara menuju selatan. Sementara Juni hingga Desember arah angin bergerak dari selatan ke utara. Otomatis kebakaran dari daerah selatan, asapnya ke Kabupaten Siak. Ini bisa kita lihat melalui ASMC (Asean Specialised Meteorological Centre),” ujar Ihsan, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, salah satu indikasi pergerakan asap dari wilayah selatan dapat dilihat dari kondisi di sejumlah kabupaten/kota di bagian selatan Riau. Saat ini, jarak pandang di beberapa wilayah tersebut cukup terbatas akibat kabut asap, meski tidak ditemukan kebakaran besar di wilayah tersebut.

“Tentu secara meteorologis sangat mungkin asap berasal dari wilayah yang lebih selatan terbawa angin menuju utara. Jadi, di mana asap berada tidak selalu menunjukkan di mana sumber kebakarannya berada,” jelasnya.

Ihsan mengatakan, untuk menentukan sumber asap secara ilmiah tidak cukup hanya melihat kondisi udara di suatu wilayah. Analisis harus dilakukan dengan menggabungkan sejumlah indikator, mulai dari hotspot, luas area yang terbakar, citra satelit, arah angin hingga dinamika atmosfer.

“Saat ini kualitas udara di beberapa wilayah juga terpantau fluktuatif. Karena itu, kondisi clear di lokasi kebakaran tidak serta-merta membuat kualitas udara langsung kembali normal,” katanya.

Ia menegaskan, Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah karena asap yang dihasilkan dapat bergerak mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.

“Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah. Asap karhutla bergerak mengikuti dinamika atmosfer,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan Informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Kominfo Kabupaten Siak, kualitas udara di Kabupaten Siak saat ini berada pada kategori sangat tidak sehat.

Kondisi kabut asap tersebut juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Siak masih diliburkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kabut asap.