BGN Targetkan 5.000 Dapur MBG Terapkan Sistem Prasmanan pada Akhir 2026
Sudaryono mengatakan, keterlibatan siswa bukan untuk menggantikan tugas petugas layanan, melainkan sebagai bagian dari pembelajaran mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, budaya mengantre, dan kepedulian terhadap teman.
“Ini bagian dari edukasi bagaimana siswa itu ikut melayani temannya. Di situ ada mengantre, ada melayani, ada belajar sabar. Ini bagian dari pendidikan,” katanya.
Meski demikian, Sudaryono menegaskan, perluasan metode prasmanan bergantung pada kesiapan SPPG dan sekolah. BGN akan memprioritaskan dapur dan sekolah yang dinilai mampu menjalankan metode tersebut.
“Tantangannya adalah yang harus dilatih adalah dapurnya dan yang harus dilatih adalah sekolahnya. Kami akan memulai prasmanan ini dari dapur yang bisa dan mau, serta sekolah yang mau, bisa, dan punya kerelaan untuk dibantu,” ujar Sudaryono.
(zar)