Empat Musim Pertiwi, Film yang Angkat Isu Kekerasan Seksual pada Perempuan Lewati Perjalanan 8 Tahun Pengerjaan
RIAU24.COM - Film Empat Musim Pertiwi membutuhkan waktu delapan tahun sejak gagasan awal pada 2017 hingga akhirnya hadir di layar lebar. Film garapan sutradara Kamila Andini itu mengangkat persoalan kekerasan seksual, pergulatan penyintas, hingga keterbatasan perlindungan hukum bagi perempuan.
Proses panjang tersebut diungkapkan produser Ifa Isfansyah dan Kamila dalam pemutaran film Empat Musim Pertiwi di XXI Jogja, Selasa (13/10).
Ifa mengatakan, lamanya pengerjaan film tidak terlepas dari riset, persiapan produksi, serta kebutuhan pembiayaan. Penggarapan secara intensif berlangsung pada 2022 hingga 2023, meliputi pematangan naskah dan persiapan teknis sebelum proses syuting.
"Secara riset memang membutuhkan waktu lama. Tema yang diangkat cukup sensitif, dan dari sisi sutradara juga perlu menggali lebih dalam secara subjeknya. Dari sisi produser, film dengan skala produksi dan skill seperti ini membutuhkan kesiapan pembiayaan yang matang, mengingat ini bukan sekadar film hiburan komersial," ujar Ifa.
Ia mengatakan, dukungan terhadap gagasan Kamila menjadi bagian dari komitmennya sebagai produser. Film tersebut tidak hanya diarahkan sebagai hiburan, tetapi juga diharapkan membuka ruang diskusi mengenai kekerasan seksual dan pengalaman para penyintas.
Berawal dari Gagasan pada 2017