Dua Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Pertanyakan Kopdes dan MBG, Rocky Bicara Oligarki
Fatimah mengingatkan bahwa masalah utama bukan semata-mata apakah sebuah program dapat dijalankan, melainkan apakah program tersebut mampu menyelesaikan persoalan secara mendasar dan membuat masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelolanya sendiri.
Ia kemudian menggunakan analogi korset untuk menjelaskan kekhawatirannya terhadap keberlanjutan program pemerintah.
“Kalau dalam kesehatan, kalau seandainya ada orang punggungnya sakit, tulangnya kenapa-kenapa atau ototnya tidak bisa tegak, orang-orang itu pakai korset supaya terlihat tegak. Padahal sebetulnya kalau korset itu dilepas, dia akan roboh lagi,” kata Fatimah.
“Ini yang sebetulnya kita khawatirkan dari program-program seperti Kopdes, MBG dan sebagainya.”
Menurut dia, pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat tidak sekadar dilibatkan sebagai pelaksana program, tetapi juga memperoleh peningkatan kemampuan dalam mengelola usaha dan keuangan.
“Apakah ini akan memunculkan kemandirian atau ketergantungan ketika masyarakatnya sendiri tidak dibangun, tapi program yang dibangun?” ujarnya.