WALHI Telusuri Jejaring Korporasi dan Tokoh di Balik Risiko Karhutla 2026
Sementara itu, kebakaran di wilayah konsesi PT Arara Abadi dan area sekitarnya terpantau sekitar akhir Maret 2026. Jika seluruh hamparan terbakar, baik di dalam maupun di luar konsesi, tetapi masih di kawasan sekitar perusahaan, diperhitungkan, luasnya mencapai 616,3 hektare.
WALHI juga mencatat aktivitas penanaman akasia di area bekas terbakar pada Minggu (17/5/2026). Sekitar 400 meter dari batas area kebakaran dalam konsesi terdapat papan informasi mengenai Nilai Konservasi Tinggi (NKT).
Menurut WALHI, informasi NKT tersebut menunjukkan pentingnya kawasan bagi keanekaragaman hayati dan dinamika ekologi. Temuan itu menjadi alasan perlunya pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi kawasan pascakebakaran.
Adapun di wilayah kerja PT Sekato Pratama Makmur, kebakaran terjadi pada pertengahan hingga akhir Maret 2026. Berdasarkan analisis citra Sentinel-2, luas area terbakar diperkirakan mencapai 115,3 hektare.
WALHI melaporkan kebakaran terjadi di sekitar hutan alam sekunder. Dalam verifikasi lapangan, tim juga mendengar suara gergaji mesin dari kejauhan dan menjumpai dua orang yang sedang menyusun kayu hasil olahan. Temuan tersebut mengindikasikan adanya aktivitas penebangan yang perlu diperiksa lebih lanjut, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan keterkaitan aktivitas tersebut dengan penyebab kebakaran.
Dua Perusahaan di Kalimantan Tengah Terpantau Terbakar