Kesetaraan Dalam Secangkir Kopi
Namun, pengembangan tersebut tidak berarti menyalin model kafe yang sama di setiap daerah. PHR terlebih dahulu perlu melihat kebutuhan, potensi penerima manfaat, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
"Yang paling penting bagi PHR bukan sekadar mereplikasi bentuk kafenya, tetapi memastikan prinsip pemberdayaan, inklusivitas, kemandirian, dan keberlanjutan dapat diterapkan sesuai dengan konteks masing-masing wilayah," tutup Lidia.
Kini tak hanya jadi tempat sekedar menikmati secangkir kopi, Ruang Setara hadir membawa pesan, jika penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan ruang untuk diterima, tetapi juga kesempatan untuk bekerja, memperoleh penghasilan dan membangun kepercayaan diri.
Ruang Setara menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya.
Dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas dapat tumbuh mandiri dan menjadi bagian dari masyarakat.
Karena di Ruang Setara, kesetaraan dapat ditemukan dalam secangkir kopi. ***