Kesetaraan Dalam Secangkir Kopi
“Untuk tahap awal, kami baru membina Kafe Ruang Setara di Pekanbaru,” kata Lidia.
Dalam sekitar tiga bulan beroperasi, kafe yang melibatkan kelompok penyandang disabilitas tersebut berhasil membukukan omzet sekitar Rp67 juta. Capaian ini menjadi salah satu indikator awal keberhasilan program Pemko Pesmina yang dijalankan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sejak 2025 di wilayah Ring 1 operasional perusahaan.
Lidia menjelaskan bahwa Ruang Setara bukan program yang dibangun secara instan. Menurutnya, tantangan pemberdayaan tidak berhenti ketika peserta menyelesaikan pelatihan atau sebuah usaha mulai beroperasi. Kemampuan sumber daya manusia, pengelolaan bisnis, dan aksesibilitas fasilitas tetap membutuhkan pendampingan agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
''Bagi perusahaan, keberhasilan program tidak semata diukur dari besarnya omzet, melainkan sejauh mana kelompok penyandang disabilitas mampu mengelola usaha secara mandiri dan tetap berkembang ketika pendampingan berkurang," jelas wanita bertubuh mungil ini.
Pengalaman Ruang Setara kini juga menjadi bahan pembelajaran bagi PHR untuk menjajaki penerapan konsep serupa di wilayah operasional lainnya. Dikatakan Lidya, PHR membuka kemungkinan menghadirkan kafe serupa di Duri dan Dumai,
“Tidak tertutup kemungkinan PHR akan membina dan mendirikan kegiatan serupa di Duri maupun Dumai. Kami akan membuka pelatihan di dua wilayah tersebut sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan pemberdayaan penyandang disabilitas,” kata Lidya.