Menu

Dugaan Motif Politik Kembali Mencuat Dalam Kasus Novel Baswedan

Siswandi 9 Jul 2019, 23:30
TGPF bentukan Polri menyampaikan laporan terkait kasus Novel Baswedan di Mabes Polri. Foto: int
TGPF bentukan Polri menyampaikan laporan terkait kasus Novel Baswedan di Mabes Polri. Foto: int

RIAU24.COM -  Dugaan adanya motif politik, kembali mencuat terkait dengan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Diduga, ada sejumlah pihak yang mempunyai kepentingan politik di balik kasus yang terjadi pada 2017 silam itu.

Dugaan itu dilontarkan salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri, Hendardi.

"Tentu saja, ini bukan perkara biasa. Jadi, pasti bukan perkara pembunuhan biasa di pinggir jalan atau apa, tetapi ini perkara yang melibatkan, saya kira orang yang juga bisa kita kategorikan sebagai ada latar belakang politik," ungkapnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 9 Juli 2019.

"Novel itu kan orang KPK, ini bisa dilihat ada latar belakang politik. Selama ini dari awal perkara ini kan sudah dilempar terus persoalan untuk Polri harus mengungkap, itu kan artinya kasus ini high profile," tambahnya, dilansir viva.

Ditambahkannya, selama enam bulan bertugas, pihaknya juga menelusuri motif-motif di balik kasus itu. Namun, hasil investigasi baru akan disampaikan pada pekan depan.

"Karena itu, kami berkepentingan untuk mencari juga motif-motif di balik itu semua dan motif itu kami telusuri. Dari motif-motif apa saja yang mungkin yang kami temukan dalam hal ini itu nanti pada pekan depan akan kami sampaikan," ujarnya lagi.

Seperti diketahui, Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa 11 April 2017. Ketika itu, Novel usai menjalani salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. ***