Menu

Harimau Sumatera Nongol Lagi di Pemukiman Warga, Kali Ini di Kabupaten Rokan Hilir

Siswandi 5 Sep 2019, 12:18
Harimau Sumatera yang terpantau kamera warga saat muncul dan berkeliaran di pemukiman warga di Rokan Hilir. Foto: int
Harimau Sumatera yang terpantau kamera warga saat muncul dan berkeliaran di pemukiman warga di Rokan Hilir. Foto: int

RIAU24.COM -  Kemunculan Harimau Sumatera di pemukiman penduduk di Provinsi Riau, kembali terulang. Setelah di Indragiri Hilir dan Minas, kabupaten Siak beberapa waktu lalu, Si Raja Hutan terpantau nongol di jalan desa yang membelah pemukiman warga di Desa Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir.  

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 4 September 2019 sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam. Namun sejauh ini, belum reaksi yang berlebihan dari warga. Mereka bahkan menganggap, kehadiaran Si Raja Hutan adalah berupa teguran supaya warga tidak melakukan perbuatan yang dilarang.

Selain menyaksikan langsung, salah seorang warga sekitar, bahkan sempat mengabadikan kehadiran Si Raja Hutan, sebelum kembali masuk ke kawasan hutan yang bersebelahan dengan pemukiman warga.

Dilansir detik, Kamis 5 September 2019, kejadian itu dibenarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau.

"Warga yang melihat langsung itu bernama Tarmizi. Warga ini melihat harimau pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB," ungkap Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sukmantoro.

Menurutnya, setelah menerima laporan tentang kehadiran harimau itu, pihaknya meminta Kepala Resort Dumai Seksi Konservasi Wilayah (SKW) BBKSDA Riau, melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Di lokasi kejadian, tim langsung menemui warga Tarmizi. Kepada petugas BBKSDA Riau, Tarmizi membenarkan dirinya melihat harimau melintas di jalan desa. Tak hanya menyaksikan, ia juga sempat mengabadikan kehadiran si harimau dengan kamera handphone miliknya.

"Saat harimau melintas sempat difoto. Harimau tersebut menjauh ke arah semak belukar," terang Heru lagi.

Belum Ada Laporan
Meski diketahui telah didatangi tamu yang tak disangka-sangka, Heru mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan ada hewan ternak warga yang dimangsa harimau.

"Warga desa mengangap kemunculan harimau tersebut, sebagai bentuk teguran ke warga desa setempat. Kemunculan itu diyakini sebagai bentuk teguran agar tidak berbuat yang tercela," tambahnya lagi.

Untuk diketahui, di sekitar areal desa yang menjadi lokasi kemunculan harimau tersebut, masih terdapat hutan yang mengelilingi Pulau Pedamaran. Diperkirakan hutan tersebut sebagai habitat Harimau Sumatera.

"Aparat desa setempat akan terus melakukan pemantauan dan memberkan informasi secepatnya apa bila terjadi gangguan atau kemunculan harimau tersebut," tutup Heru. ***