Menu

Soal Jabatan Presiden Tiga Periode, Giliran Andi Arief Sindir Nasdem

Siswandi 5 Dec 2019, 12:08
Andi Arief
Andi Arief

RIAU24.COM -  Partai NasDem termasuk yang menjadi sorotan, setelah munculnya wacana penambahan jabatan Presiden RI menjadi tiga periode. Wacana ini menjadi heboh, karena penambahan masa jabatan itu mendorong terjadinya amandemen UUD 1945. 

Seperti diketahui, wacana langsung menuai protes dan penolakan dari berbagai pihak, termasuk elite partai politik. Bahkan respon pun datang dari Presiden Jokowi, yang dengan terang-terangan menyebut wacana itu seperti menampar wajahnya. 

Kali ini, sindiran terhadap NasDem datang dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. 

"Buat Partai Nasdem, agar mendengar statemen Pak SBY bulan April 2014, SBY menolak soal tiga periode jabatan," cuitnya, pada akun Twitternya, @AndiArief_, Kamis 5 Desember 2019.

Dilansir viva, dalam cuitannya itu, Andi menyertakan sebuah unggahan video terkait pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Menurut Andi, pernyataan SBY itu disampaikannya pada April 2014 lalu. Ketika itu, SBY masih menjabat periode kedua sebagai RI-1.

Sebelumnya, Andi Arief  juga menampilkan tangkapan layar cuitan SBY dalam akun Twitternya. Dalam tangkapan layar itu, tertulis "Presiden SBY: Andaikata saya bisa maju utk yang ketiga kalinya & tdk dilarang konstitusi $ UU, saya pun mengatakan 'Tidak akan maju lagi".

Dalam unggahan video itu, SBY menjelaskan alasa dirinya tak mau maju untuk ketiga kalinya sebagai Presiden RI. SBY menyebutkan, pemimpin yang terlalu lama berkuasa itu tak baik. Ia membandingkan pemimpin-pemimpin di negara lain yang berkuasa lama dengan durasi 20 tahun lebih tak bagus dicontoh.

"Saya sudah berbicara dengan istri dan anak-anak saya. Semua sudah sepakat bahwa 10 tahun bisa memimpin negeri ini sudah merupakan syukuran yang luar biasa kepada Allah dan kepada rakyat," demikian petikan ucapan SBY dalam video itu.

Sementara itu, Ketua DPP Nasdem, Irma Suryani yang dikonfirmasi secara terpisah, mengatakan pihaknya tak pernah mengusulkan wacana tiga jabatan untuk Presiden RI. Jika pun ada, itu tak mewakili Nasdem sebagai partai.

Dia menekankan, pihaknya juga tak mungkin sengaja mengusulkan wacana ini dengan tujuan ingin menjerumuskan Jokowi.

"Duh, enggak lah kita usulkan itu. Mungkin banyak usulan kajian yang sebut Nasdem pertama kali. Tapi, kami tak pernah secara resmi bicara seperti itu," lontarnya. ***