Menu

Kondisi Akademisi Muslim Uighur Ini Masih Misterius, Pakar HAM PBB Desak China Ungkap Keberadaannya

Satria Utama 27 Dec 2019, 10:46
Aksi demo desak selamatkan muslim Uighur
Aksi demo desak selamatkan muslim Uighur

RIAU24.COM -  JENEWA - Keberadaan akademisi China dari Uighur Tashpolat Tiyip hingga kini masih menjadi misteri. Ia dikabarkan ditahan oleh otoritas China di sebuah lokasi yang tidak diketahui.

Terkait hal itu, pakar Hak Asasi Manusia (HAM) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan kepada otoritas China untuk mengungkap lokasi . Tiyip adalah mantan presiden Universitas Xinjiang yang ditahan pada 2017 saat bepergian ke sebuah konferensi di Jerman.

Dilansir Anadolu Agency, Jumat (27/12), para pakar itu juga mendesak agar tempat penahanannya diumumkan dan keluarganya harus diizinkan untuk mengunjunginya. Pernyataan tersebut menyebut bahwa Tiyip dilaporkan dijatuhi hukuman mati, dengan penangguhan hukuman dua tahun, setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan separatisme.

"Otoritas China telah mengindikasikan kepada kami bahwa Tiyip sedang diadili atas tuduhan korupsi. Seorang pengacara telah disewa oleh kerabatnya dan dia belum dijatuhi hukuman mati. Informasi bahwa Tiyip tidak dihukum mati, jika dikonfirmasi, ini adalah kabar baik," demikian pernyataan para pakar dari PBB itu.

Mereka juga menyadari ketidakpastian soal tuduhan yang dilayangkan kepada Tiyip, baik itu persidangan dan hukumannya, adalah masalah yang sangat memprihatinkan. "Terutama jika informasi bahwa ia (Tiyip) dijatuhi hukuman mati adalah benar," kata mereka.

Para pakar itu juga mengatakan bahwa setiap hukuman mati yang dijatuhkan dalam kondisi yang tidak memenuhi jaminan paling ketat atas pengadilan yang adil tentu akan melanggar hukum hak asasi manusia internasional dan bersifat sewenang-wenang.

Halaman: 12Lihat Semua