Menu

Hasil Uji Swab Belum Keluar, PDP di Pekanbaru yang Meninggal Dunia Bertambah, Segini Jumlahnya

Ryan Edi Saputra 8 Apr 2020, 09:19
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM - PEKANBARU - Angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia kembali bertambah di Kota Pekanbaru hari ini. Padahal, pasien ini tidak ada riwayat perjalan dari daerah lain.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Pekanbaru Dokter Mulyadi dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2020), memaparkan perkembangan kasus virus corona terkini. Kasus konfirmasi positif corona virus disease 2019 (covid-19) atau virus corona tetap 5 kasus seperti yang kemarin.

"Sementara itu, kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hari ini bertambah 15 kasus dengan jumlah total 87 kasus. PDP yang masih dirawat sebanyak 47 kasus, 36 kasus sehat dan pulang," urainya.

Kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat sebanyak 173 orang pada hari ini. Total ODP yang tercatat yaitu 1.938 orang. Jadi, ada 1.661 ODP masih dalam pemantauan dan 247 selesai pemantauan.

"Untuk kasus PDP yang meninggal bertambah satu pada hari ini. PDP tersebut yaitu Nona BNH (25), warga Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya," ungkap Dokter Mulyadi.

Pasien tidak ada riwayat perjalanan. Hasil uji swab (sampel cairan di saluran pernafasan) belum keluar. 

"Pasien dirawat mulai tanggal 30 Maret 2020. Meninggal tanggal 6 April 2020. Jadi, total PDP yang meninggal berjumlah 4 orang," sebut Dokter Mulyadi.

Diberitakan sebelumnya, PDP yang meninggal pertama kali di Pekanbaru pada Jumat (3/4/2020). Pasien adalah Nyonya NEH (51), warga Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh.

Pasien dirawat sejak 30 Maret. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.

Hasil uji swab belum keluar dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Pasien kedua berstatus PDP meninggal dunia pada hari Sabtu (4/4/2020). Pasie  berinisial Tuan AH (55), warga Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir. Tuan AH ada riwayat perjalanan yang tidak diketahui. Pasien dirawat sejak 1 April di rumah sakit.

Pasien ketiga berstatus PDP meninggal dunia pada Senin (6/4/2020). Pasien adalah Tuan S (65) dari Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan. Tuan S memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia pada Februari 2020. 

Pasien mulai dirawat pada 1 April 2020. Hasil rapid test (hasil tes cepat mendeteksi antibodi) dinyatakan positif. 

Tapi, hasil swab (sampel lendir di saluran pernafasan) belum keluar dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).  (R24/put)