Menu

Biadab, Pekerja Indonesia Jadi Budak di Kapal Penangkap Ikan China, Dipaksa Kerja Sampai Sakit, Mayat Dibuang ke Laut

Satria Utama 7 May 2020, 06:03
Mayat ABK dibuang ke laut ketika meninggal dunia
Mayat ABK dibuang ke laut ketika meninggal dunia

Tiga ABK yang meninggal di kapal itu dibuang begitu saja ke laut pada hari yang sama saat mereka meninggal, meski kontrak yang ada mengharuskan para pemilik kapal memulangkan jenazah itu ke negara asalnya yakni Indonesia

ABK keempat meninggal saat dalam karantina setelah tiba di Korsel. “Dia juga tidak mendapat perawatan medis yang layak meski mengeluhkan gejala yang sama selama dua bulan,” ungkap ABK yang menghubungi EJF,  seperti dilansir Sindonews. 

Para ABK menyebut kekerasan fisik dilakukan oleh para ABK senior asal China terhadap dua ABK asal Indonesia

Para ABK harus bekerja 18 jam per hari dan dalam beberapa kasus dua hari berturut-turut tanpa istirahat. Kapal itu masih di laut selama setahun tanpa singgah di pelabuhan. 

ABK Indonesia mengaku terpaksa minum air laut yang asin, sementara kru asal China dapat air minum segar dalam botol kemasan. 

Laporan ini diberikan dari para ABK Indonesia dari Long Xing 629 yang sekarang berada di Korsel, saat mereka diwawancarai oleh para pengacara dari APIL. 

Halaman: 123Lihat Semua