Menu

Kasus Ferdian Paleka, Ustadz Aa Gym: Celakanya Prank yang Dzolim, Sungguh Kehidupan yang Tak Berkah

Riki Ariyanto 9 May 2020, 20:42
Ustadz Aa Gym komentari prank yang menyakiti orang lain (foto/int)
Ustadz Aa Gym komentari prank yang menyakiti orang lain (foto/int)

RIAU24.COM - Sabtu 9 Mei 2020, Ferdian Paleka, youtuber yang prank waria dengan sembako isi sampah telah ditangkap polisi. Kasus ini ternyata sudah sampai juga ke Ustadz Aa Gym.

Dalam video di instagramnya, Ustadz Aa Gym membahas tentang hukum melakukan prank yang merugikan orang lain. "Saya mendengar prank yang berisi sampah. Dalam Islam, kalau kita igin tahu seorang muslim yang baik orang lain aman dari gangguan lisan dan dari tangannya," kata @aagym.

zxc1

"Akhlak itu diawali dengan saya aman bagimu. Tidak menganggu orang lain dalam bentuk apa pun. Tidak menzolimi orang lain. Lisan, tulisan, prilaku. Karena setiap kezoliman itu adalah kegelapan," sambung @aagym.

"Andai kata kita bergurau mempermainkan orang lain, hanya untuk kesenangan diri saja, sudah menjadi keburukan. Apalagi bergurau mempermalukan orang menyakiti orang, untuk mencari nafkah, mencari popularitas, mencari uang dengan menzolimi orang lain. Sungguh kehidupan yang tidak berkah," kata @aagym.

zxc2

"Mari kita jadikan pelajaran. Selain kita doakan yang melakukan supaya bisa tobat dan memperbaiki diri. Jadi pelajaran bagi kita semua," ujar @Aagym.

"Mari dibulan yang penuh berkah ini, sangat hati-hati menjaga sikap. Kalau kita tifak bisa berbaut baik kepada orang lain, minimal jangan pernah merugikan orang lain. Dalam bentuk apapun jua," sambung @aagym.

Langsung saja netizen atau warganet memberikan komentarnya. @rina.rosdiana.7547: "Masha Allah Aa, adem banget jika dengar suara Aa."

@silmiafmatantri: "Masya Allah, semoga Aa gym selalu istiqomah dalam syiar islam yang bermartabat dan selalu dalam lindungan Allah SWT."

@zararah_azhimsyah: "Nggeh manut ustadz."

@dian_arum: "Alhamdulmah. Makasih Aa sudah memberikan pencerahan soal hal ini. Supaya kita semua belajar dan memiliki kelembutan hati."