Kabar Gembira, Arab Saudi Segera Izinkan Ibadah Umroh, Tapi Secara Bertahap

Senin, 14 September 2020 | 08:21 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Sejak Maret lalu, Arab Saudi telah melakukan penangguhan pelaksanaan umroh karena khawatir pandemi virus corona akan menyebar ke kota-kota paling suci bagi umat Islam. Akibat kebijakan ini jutaan umat Islam di dunia tidak dapat melaksanakan ibadah umroh.

Kabar gembira akhirnya tiba setelah Menteri Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan pemberian izin pelaksanaan umrah secara bertahap, Minggu (13/9). Kebijakan itu dilakukan setelah kerajaan mencabut sebagian penangguhan penerbangan internasional mulai besok (15/9).

Baca Juga: Memanas, Didekati 19 Pesawat China Taiwan Kerahkan Jet Tempur dan Rudal

Sebelimnya, Saudi juga mengurangi jumlah jemaat yang diperbolehkan melakukan ibadah haji pada akhir Juli lalu. Saat itu, hanya 10.000 umat yang diperbolehkan melakukan ibadah haji tahunan. Padahal tahun lalu, 2,5 juta umat yang berpartisipasi dalam ibadah itu.

Sementara itu, pihak kerajaan juga akan mengakhiri semua pembatasan transportasi udara, darat dan laut untuk warga Saudi "setelah 1 Januari" tahun depan. Namun, pihak kementerian tidak memberikan tanggal pasti kapan pembatasan itu diangkat, seperti dikutip AFP.

Warga Timur Tengah dan non-Saudi dengan izin tinggal atau visa yang valid akan diizinkan memasuki wilayah kerajaan mulai 15 September. Namun, dengan syarat mereka tidak terinfeksi virus corona, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Pers Saudi.

"Kategori luar biasa" lainnya bagi pegawai pemerintah dan militer, pekerja kedutaan asing dan orang-orang yang membutuhkan perawatan medis akan diizinkan melakukan penerbangan mulai 15 September.

Baca Juga: Tercium Bau Busuk, Ibu di Illinois Terkejut Temukan Potongan Tubuh Dalam Koper Anaknya

Arab Saudi berusaha menahan lonjakan infeksi virus corona di negara itu. Saat ini, laju kasus positif Covid-19 telah meningkat menjadi lebih dari 325.000 kasus dan lebih dari 4.200 kematian. Angka ini merupakan yang tertinggi diantara negara Timur Tengah lain.

Pada bulan Juni, Arab Saudi memutuskan untuk mengakhiri jam malam di seluruh kerajaan dan mencabut pembatasan bisnis, termasuk bioskop dan tempat hiburan lainnya.***

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...