YouTube Meluncurkan Saingan TikTok Untuk Diuji di India

Selasa, 15 September 2020 | 16:41 WIB
YouTube Meluncurkan Saingan TikTok Untuk Diuji di India YouTube Meluncurkan Saingan TikTok Untuk Diuji di India

RIAU24.COM -  YouTube telah mengumumkan akan menguji versi beta dari saingan TikTok barunya di India. YouTube Shorts akan membatasi video hingga 15 detik, dan platform akan menampilkan alat pembuat yang mirip dengan TikTok milik Cina.

India melarang TikTok dan 58 aplikasi China lainnya pada bulan Juni karena ketegangan di perbatasan meningkat antara kedua negara. Saat itu, India adalah pasar luar negeri terbesar TikTok, dengan perkiraan 120 juta pengguna.

Baca Juga: Pria Asal Surat Ini Menampung 42 Keluarga Yang Tidak Bisa Membayar Sewa Karena Krisis Keuangan

YouTube juga akan bersaing dengan sejumlah pesaing lokal yang bergegas mengisi kekosongan setelah larangan TikTok di India.

Dalam sebuah posting blog, wakil presiden manajemen produk YouTube Chris Jaffe mengatakan Shorts adalah "untuk pembuat dan artis yang ingin membuat video pendek dan menarik hanya menggunakan ponsel mereka".

Platform baru ini memiliki fitur kamera multi-segmen untuk merangkai beberapa klip video, kontrol kecepatan, dan timer dan hitung mundur untuk merekam handsfree. YouTube Shorts juga memberi pengguna opsi untuk merekam menggunakan musik serta akses ke perpustakaan lagu.

Baca Juga: Dari Putra Petani Stroberi Hingga Menjadi Perdana Menteri Jepang, Inilah Perjalanan Karir Yoshihide Suga

Mr Jaffe mengatakan YouTube Shorts akan diperluas ke pasar lain karena produk menjadi lebih halus dan fitur baru ditambahkan.

Rilis produk terbaru YouTube datang ketika perusahaan teknologi AS Oracle mengonfirmasi bahwa pemilik TikTok, ByteDance, secara resmi mengusulkan menjadi "mitra teknologi tepercaya" di AS.

Tujuan dari kesepakatan itu adalah untuk menghindari ancaman Presiden Donald Trump untuk menutup aplikasi di AS karena masalah keamanan nasional. Trump telah menyarankan data pengguna dapat diakses oleh pemerintah China di bawah pengaturan saat ini.

Pemerintah India mengutip kekhawatiran serupa ketika melarang aplikasi tersebut pada bulan Juni. Larangan India diumumkan menyusul bentrokan di Lembah Galwan di perbatasan India-Cina di Himalaya.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...