Bongkar Aib Pertamina, Nasdem: Ahok Sama Saja Menceritakan Cacatnya Sendiri

Rabu, 16 September 2020 | 19:45 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (net) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (net)

RIAU24.COM -  Anggota Komisi VI DPR Fraksi NasDem, Subardi, menyayangkan pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengkritik PT Pertamina. Subardi menilai kritikan Ahok yang menuduh Pertamina sering berutang secara tidak langsung mengkritik dirinya sendiri.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Corona Hari ini di Indonesia Tambah 3.989 Kasus

"Yang disampaikan Ahok seperti menceritakan cacatnya sendiri. Jangan karena ketidakmampuannya (mengawasi Pertamina), Ahok lantas teriak-teriak di media," kata Subardi, mengutip dari Viva. Rabu 16 September 2020.

Sebagai anggota Komisi VI yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Subardi menyayangkan sikap Ahok. Apa yang dikatakan Ahok tidak memiliki dampak positif untuk Pertamina. Justru sebaliknya, Subardi khawatir performa Pertamina semakin buruk karena manajemen yang gaduh dan urakan.

"Kita ingin performa Pertamina membaik. Pertamina harus mampu berkembang dan bersaing dengan perusahaan raksasa seperti Aramco, Chevron, Exxon atau Petronas. Tapi kalau memilih cara-cara kasar dan emosional, ini justru kontraproduktif," ujarnya.

Apalagi tambah Subardi setiap rapat bersama dengan Menteri BUMN, Erick Thohir, Komisi VI selalu mendukung program perbaikan Pertamina. Apa pun yang digagas Erick Thohir, baik dalam strategi bisnis maupun efisiensi produksi Komisi VI selalu mendukung

Sebelumnya Ahok mengungkapkan sejumlah kebobrokan di Pertamina. Menurutnya, selama ini beberapa direksi sering melobi menteri untuk mendapatkan jabatan.

Baca Juga: Dibangunkan Jam 12 Malam, Istri Fiersa Besari Ngidam Lihat Ombak Pantai

Selain itu, Ahok menyoroti masalah sistem gaji di Pertamina, yang apabila ada yang dicopot dari jabatannya, gajinya akan mengikuti gaji sebelumnya, bukan gaji yang baru sehingga nominalnya tak berubah.

Tak sampai di situ, Ahok juga mengungkapkan keputusan bisnis Pertamina yang sering kali tak masuk akal dalam hitungan bisnis. Akibatnya, Pertamina harus menanggung utang yang jumlahnya cukup besar.

 

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...