Bupati Mursini Lakukan MoU BRSI Palembang Dalam Pengembangan Industri Hilir Karet

Rabu, 16 September 2020 | 22:19 WIB
Bupati Mursini Lakukan MoU BRSI Palembang Dalam Pengembangan Industri Hilir Karet (foto/Zar) Bupati Mursini Lakukan MoU BRSI Palembang Dalam Pengembangan Industri Hilir Karet (foto/Zar)

RIAU24.COM -  KUANSING- Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini, M.Si melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Balai Riset dan Standarisasi Industri Palembang, dalam Pengembangan Industri Hilir Karet.

Baca Juga: Boruto Chapter 50 Bahasa Indonesia Rilis, Isshiki Ternyata Tak Berani Bunuh Boruto, Amado Ungkap Fakta Mengejutkan



Menurut Bupati Kuansing Drs H Mursini, M.Si, Pembangunan Sub Sektor perkebunan di Kabupaten Kuantan Singingi telah terbukti mampu menjadi sumber pendapatan utama masyarakat secara turun temurun, khususnya komoditi karet yang dikelola secara swadaya.

Secara umum permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan komoditi karet di Kuansing, sangatlah rendah harga ditingkat petani rantai pemasaran yang masih panjang, dan belum tersedianya Industri Hilir pengelola karet," ujarnya.

Baca Juga: Gagal Move On, Fans Kecewa Naruto Dihajar Isshiki di Bocoran Boruto Chapter 50, Warganet Pertanyakan Hagoromo

Untuk pengembangan Industri Hilir karet di Kabupaten Kuantan Singingi, diawali dengan di bentuknya Asiosiasi Petani Karet Kuansing (APKARKUSI), yang merupakan wadah Perhimpunan Kelembangaan Petani berupa kelompok tani atau Gabungan Kelompok Tani (Gaboktan) Koperasi dan Unit Pengelolahan dan pemasaran Bonar (UPPB)," sebutnya. 

"Sampai saat ini kita telah memiliki 15 kelembagaan petani dan anggota sebanyak 1.266 orang, dengan lahan seluas 1,112 Ha.Saat ini APKARKUSI berfokus pada pemasaran bahan olah karet, yaitu penjualan dengan sistem lelang yang dinamakan lelang satu waktu, satu harga, satu tempat dan satu mutu," ujarnya lagi.

Untuk merealisasikan kebijakan pengembangan Industri Hilir Karet di Kabupaten Kuantan Singingi, Katanya, perlu di dukung oleh Stakeholder sesuai dengan fungsi dan kewenangan, terkait dengan pembinaan teknis dan pengembangan teknologi pengolahan. 

Oleh sebab itu, kami berharap Balai Riset dan Standarisasi Industri Palembang dapat mendukung percepatan perwujudan rencana pembangunan Industri Hilir karet," tuturnya.

PenulisR24/zar



Loading...
Loading...