Logonya Muncul di Acara Sosialisasi Penceramah Bersertifikat Kemenag, Begini Respon MUI

Kamis, 17 September 2020 | 17:35 WIB
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas

RIAU24.COM - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan jika MUI tak terima logo lembaga mereka terpampang di sudut kanan backdrop dari acara Sosialisasi Program Bimtek Penceramah Bersertifikat yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

"MUI tidak ada hubungannya dengan  acara yang diselenggarakan oleh Kemenag tersebut karena MUI sudah memutuskan menolak kehadiran program tersebut," katanya dilansir dari Tempo.co, Kamis, 17 September 2020.

Dia menambahkan, pencantuman logo MUI tersebut  sangat merugikan nama baik MUI di mata publik. Pihaknya juga telah menegur pihak terkait dan telah berjanji akan memperbaikinya.

Baca Juga: Boruto Chapter 50 Bahasa Indonesia Rilis, Isshiki Ternyata Tak Berani Bunuh Boruto, Amado Ungkap Fakta Mengejutkan

"MUI menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kemenag karena pagi ini logo MUI yang terpasang di backdrop acara tersebut sudah ditutup dengan kertas sebagai tanda bahwa MUI adalah tidak terkait dengan acara tersebut," lanjutnya.

Untuk diketahui, program penceramah bersertifikat Kemenag ini memang mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Tapi, Kemenag tetap melanjutkan dan bimtek pun sudah mulai berjalan.

"Kami akan lakukan pendekatan lebih jauh, kami ingin semuanya bisa menerima dengan baik karena memang tujuannya baik untuk kepentingan umat dan bangsa di masa depan," kata Menteri Agama, Fachrul Razi saat rapat kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 8 September 2020.

Baca Juga: Gagal Move On, Fans Kecewa Naruto Dihajar Isshiki di Bocoran Boruto Chapter 50, Warganet Pertanyakan Hagoromo

Fachrul menyebutkan program penceramah bersertifikat bertujuan meningkatkan kompetensi individu di bidang dakwah. Program tersebut akan melibatkan sejumlah lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Lembaga Ketahanan Nasional, dan ormas-ormas Islam.

Program ini terbuka dan direncanakan untuk 8.200 pegiat dakwah dan bersifat sukarela. Namun, sejauh ini MUI masih menolak terlibat.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...