Pria India Ini Ditangkap Dengan 100 Kartu Debit, Pura-Pura Membantu Lansia Menarik Uang Dari ATM

Minggu, 20 September 2020 | 05:57 WIB
Pria India Ini Ditangkap Dengan 100 Kartu Debit, Pura-Pura Membantu Lansia Menarik Uang Dari ATM Pria India Ini Ditangkap Dengan 100 Kartu Debit, Pura-Pura Membantu Lansia Menarik Uang Dari ATM

RIAU24.COM -  Dalam insiden baru-baru ini, seorang pria berusia 33 tahun telah ditangkap karena menipu orang di dalam pusat ATM dengan dalih membantu mereka menarik uang tunai, kata polisi pada hari Kamis.

Lebih dari 100 kartu debit telah ditemukan dari kepemilikannya, kata seorang pejabat. Menurut pejabat itu, terdakwa diidentifikasi sebagai Tufail Ahmed Siddique.

Setelah mendapat pengaduan penipuan ATM, polisi Ghatkopar membentuk tim dan dengan bantuan rekaman CCTV dan informasi terkait, menangkap Siddique baru-baru ini dari pinggiran kota Sakinaka.
Dia biasa mengelabui pengguna ATM dengan mengganti kartu debit mereka dengan kartu duplikat. Terdakwa dulu menargetkan orang-orang yang menghadapi masalah saat menggunakan kartu ATM mereka, kata pejabat itu.

Baca Juga: Asli Ngeri, Gadis 12 Tahun Ditemukan Terpenggal Setelah Diperkosa Secara Brutal Oleh Sepupunya di Banaskantha

Insiden serupa lainnya terjadi di Mumbai, polisi Mumbai telah menangkap dua orang dari Delhi karena diduga menjalankan pusat panggilan dan menipu ratusan pencari kerja, kata seorang pejabat.

Arif Abdul Rashid (24) dan Sujahud Suhelhud (25), keduanya warga ibu kota negara, ditangkap pada Rabu oleh polisi Matunga dari kota itu, katanya.

Pada bulan Februari, polisi Matunga telah mendaftarkan pelanggaran setelah seorang wanita mengeluh bahwa penipu online menipunya sebesar Rs 40.000 dengan dalih menawarkan pekerjaan kepadanya.

Di India, tingkat pekerjaan telah ditetapkan rendah dan para pencari kerja ditipu siang dan malam karena situasinya semakin buruk. Persen pengangguran saat ini adalah 7,3% menurut CMIE. Ini menyiratkan bahwa 40% dari populasi yang berusia di atas 14 tahun bekerja sedangkan tingkat pekerjaan rata-rata global mencapai 57,4% pada 2019 sesuai database Bank Dunia.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...