Perawat di Rumah Sakit Melaka Diduga Dilecehkan Secara Seksual Oleh Pasien Lansia Covid-19 Di Bangsal ICU

Kamis, 15 Oktober 2020 | 10:18 WIB
Perawat di Rumah Sakit Melaka Diduga Dilecehkan Secara Seksual Oleh Pasien Lansia Covid-19 Di Bangsal ICU Perawat di Rumah Sakit Melaka Diduga Dilecehkan Secara Seksual Oleh Pasien Lansia Covid-19 Di Bangsal ICU

RIAU24.COM -  Seorang perawat diduga dilecehkan secara seksual oleh seorang pria lanjut usia, yang merupakan pasien Covid-19 yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Melaka Sabtu lalu (10 Oktober). Wanita berusia 29 tahun itu diyakini telah dilecehkan oleh pria berusia 60 tahun tersebut saat mengelolanya di bangsal Intensive Care Unit (ICU) pada pukul 5.45 sore.

Menurut Harian Metro, warga lanjut usia tersebut diduga mengucapkan kata-kata tidak senonoh saat perawat merawatnya, setelah itu perawat tersebut melapor ke Polsek Melaka Tengah. Pada 12 Oktober, salinan laporan polisi mulai beredar di media sosial.

Dalam laporan polisi, korban menulis bahwa dia sedang merawat pasien dan mengambil darahnya di bangsal ICU sebelum dia mengucapkan kata yang tidak pantas yang mengejutkannya.

Baca Juga: Bayi yang Baru Lahir Ditemukan Dengan Catatan Sedih yang Ditinggalkan Dalam Sebuah Kotak di Depan Masjid

Diketahui bahwa pria tersebut awalnya menerima panggilan telepon dari seorang wanita yang diyakini sebagai istrinya dan meletakkan telepon pada mode speaker selama panggilan tersebut. Berdasarkan percakapan tersebut, penelepon menanyakan apa yang dia lakukan sebelum menjawab dengan kata-kata yang tidak senonoh.

Kata-katanya menyebabkan perawat panik saat dia sendirian di kamar bersama pria itu. Selanjutnya, begitu pria mengakhiri panggilan, dia meminta perawat untuk melihat ukuran baru dari kateter urin dan meminta perawat untuk memasangnya.

Takut dengan permintaannya dan kata-kata tidak senonoh yang digunakan oleh pria tua itu, perawat menolak untuk melakukan apa yang dia minta dan menyuruhnya untuk memasang kateter di dalam dirinya sebelum pergi dan mengeluh kepada pihak berwenang rumah sakit yang memerintahkan agar laporan polisi segera diajukan.

Baca Juga: AS Memberi Sanksi Kepada Lembaga Rusia Atas Malware yang Digunakan Dalam Serangan 2017

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal Negara Asisten Komisioner Mohd Nor Yhazid Idris membenarkan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut.

Direktur Kesehatan Negara, Datuk Dr Ismail Ali juga mengatakan pihaknya mengetahui laporan polisi yang dibuat oleh perawat tersebut. Dia meyakinkan bahwa investigasi internal di tingkat departemen dilakukan secara komprehensif dan pihaknya akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...