Mualaf Suku Akit di Pulau Terluar Provinsi Riau Membutuhkan Alquran

Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:33 WIB
Mualaf Suku Akit di Pulau Terluar Provinsi Riau Membutuhkan Alquran (foto/int) Mualaf Suku Akit di Pulau Terluar Provinsi Riau Membutuhkan Alquran (foto/int)

RIAU24.COM -  Masyarakat di Pulau Penyalai, salah satu pulau terluar di Provinsi Riau sudah memeluk agama Islam. Hanya saja masih ada dari mereka yang belum bisa membaca Alquran. Jikapun sudah bisa membaca Alquran, sayangnya mereka belum memiliki mushaf yang bagus dan layak baca.

Baca Juga: Oknum Guru Disidang Karena Kampanye Paslon Nomor 4 Pilkada Pelalawan, Ini Kata Ketua PGRI



Koordinator Pogram ACT Riau, Hibban menyebut keberadaan mereka tidak hanya di Pulau Penyalai saja, namun menyebar hingga sepanjang pesisir pulau-pulau kecil di Sumatera. Diantaranya Pulau Rangsang, Tebing Tinggi, Merbau dan Pulau Padang di Kabupaten Kepulauan Riau.

“Keadaan ini bukan hanya terjadi bagi muallaf suku Akit. Saudara muslim di Pulau Penyalai ini juga masih banyak yang belum memiliki mushaf di rumah-rumah mereka,” sebut Hibban, Selasa (27 Oktober 2020).

Baca Juga: ACT Riau Bersama IAC Gelar Daurah Tajwid Di Pekanbaru

Menurut Hibban, tak hanya mushaf tilawah yang mereka butuhkan saat ini, di Pulau ini juga sudah mulai tumbuh semangat menghafal al-qur'an dari anak-anak muallaf dan muslim tempatan disana.

“Dibutuhkan setidaknya 5.000 Mushaf untuk didistribusikan keseluruh muallaf dan keluarga islam di pulau ini,” imbuhnya.

Hibban mengajak para dermawan yang ada di Riau untuk ikut serta dalam memberikan donasi wakaf alquran nya melalui http://bit.ly/WakafQuranSukuAkit atau bisa langsung ke kantor Aksi Cepat Tanggap Riau di jalan HR, Soebrantas, Kelurahan Tobek Gadang, Tampan, Pekanbaru. (Rilis)

PenulisR24/riki



Loading...

Terpopuler

Loading...