Menu

Alokasikan Anggaran Dalam Penanganan Covid-19 Melalui APBD dan APBD Perubahan, Pasien Covid-19 Terus Melonjak Drastis

Replizar 28 Oct 2020, 22:09
Alokasikan Anggaran Dalam Penanganan Covid-19 Melalui APBD dan APBD Perubahan, Pasien Covid-19 Terus Melonjak Drastis (foto/ist)
Alokasikan Anggaran Dalam Penanganan Covid-19 Melalui APBD dan APBD Perubahan, Pasien Covid-19 Terus Melonjak Drastis (foto/ist)

RIAU24.COM -  Selama berlangsungnya Pandemi Corona Virus Covid-19, tentu saja menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sehingga perhantiannya lebih banyak tertuju pada Pasien-pasien yang terkonfirmasi Covid-19, karena adanya angka peningkatan Penyebaran Virus Corona Covid-19.


Dari pemberitaan pemberitaan yang beredar baik di Media Cetak, Elektronik maupun Online sekarang ini, mengenai kasus positif baru, pasien positif yang meninggal, atau mereka yang telah sembuh setelah dinyatakan positif Covid-19, terus-menerus hadir di media massa dan media sosial.

Perhatian itu tentu tak salah. Sebab, kasus positif memang menjadi salah satu indikator utama dalam penanggulangan Pandemi Covid-19. Namun, di tengah hiruk-pikuk informasi itu, tampaknya ada yang sedikit terlupakan.



Di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, salah satu yang seolah terlupakan itu adalah para pasien yang terkonfirmasi Covid-19 semakin bertambah, kemudian dinyatakan negatif dan ada juga yang meninggal dunia. Sebab mungkin saja tidak banyak yang tahu, bahwa jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Kuansing cukup banyak.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kuansing, per hari Selasa (27/10) di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, tidak terdapat penambahan kasus Terkonfirmasi Covid-19. Dan kabar baiknya, terdapat penambahan 6 pasien Covid–19 yang dinyatakan sembuh. 



Sehingga Total terkonfirmasi 292 kasus (Isolasi Mandiri 79 orang, Rawat di RS 10 orang, Sembuh 194 orang dan Meninggal Dunia 9 Orang). Untuk Suspek berjumlah 108 orang (Rawat RS 4 orang, Sembuh 85 orang, Meninggal Dunia 19 orang). Sedangkan Spesimen di periksa berjumlah 2849 sampel (2296 hasil negatif, 553 hasil positif).

Begitu juga kasus Pasien Positif Covid-19 sudah mencapai 129 orang, dan kabar baiknya sebanyak 86 orang sudah sembuh dari penyakit menular tersebut. Untuk kasus kematian di Kuansing akibat Covid-19 tercatat 19 orang.

Dalam hal untuk Penanganan Covid-19, Pemkab Kuansing telah menganggarkan dana melalui APBD murni Tahun 2020 sebesar Rp 49 Milyar. Begitu juga melalui APBD Perubahan 2020, juga difokuskan pada penanganan Covid-19 yang dialokasikan sebesar Rp 60 Milyar. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kuansing Drs H Mursini pada Nota Pengantar RanPerda APBD Perubahan 2020 di di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuansing (22/9).

Adapun regulasi yang menjadi dasar penyusunan APBD-P 2020 adalah Peraturan Menkeu RI Nomor 35/PMK.07/2020 Tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020, dalam rangka Penanganan Pandemi Covid -19 atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian Nasional.



Selain itu, juga yang menjadi acuan, Perpres 72 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perpres 54 Tahun 2020 atas perubahan postur dan rincian APBN 2020. "Maka dari itu, Ranperda APBD-P tetap mengedepankan dan memprioritaskan, untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karena Daerah wajib melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, serta untuk Penanganan Covid -19," Ungkap Bupati Kuansing Drs H Mursini saat menyampaikan Pandangan Fraksi Fraksi terhadap APBD Perubahan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kuansing.

APBD-P 2020 Bupati Kuansing, mengajukan sebesar Rp1,48 triliun, dimana terjadi kenaikan senilai Rp. 78,7 Milyar dari APBD Murni 2020 yang hanya sekitar Rp 1,4 Triliun. "Sehingga, total pendapatan daerah sebelum perubahan Rp.1,4 Triliun menjadi Rp. 1,48 Triliun atau bertambah sebesar Rp. 78,7 Milyar," Jelasnya.

Upaya yang dilakukan Pemkab Kuansing dalam Penanganan Covid-19, dengan melakukan penambahan Anggaran melalui APBD Perubahan 2020, juga disambut baik oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kuansing, Juprizal, S.Sos. M.Si. Bahwa untuk Penanganan Covid-19, Pemkab Kuansing telah menganggarkan dana lebih kurang Rp 60 Milyar, melalui APBD Perubahan 2020. 

" Jadi pada APBD Perubahan 2020 ini, difokuskan untuk kegiatan Covid-19, dimana Anggaran Covid-19 sudah di anggaran pada refocusing kemarin, lebih kurang Rp. 60 Milyar, yang penggunaanya berada pada Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas. Jika seandainya dirasakan masih kurang, dan jika masih belum berakhir tentu akan ada solusinya," tambahnya.



Sementara salah satu Anggota DPRD Kuansing, Gamal Harsum menilai Perusahaan yang beroperasi di Kuansing kurang andil dalam Penanganan Covid-19, padahal masyarakat saat ini sedang diliputi rasa ketakutan dan kecemasan, akibat Wabah Corona Virus (Covid-19) yang sedang melanda saat ini. " Kalau untuk pencegahan, dan Penanganan sudah dilakukan oleh pemerintah, bersama elemen masyarakat dan kalangan dari Personil TNI/Polri, Kesehatan, DPRD, Upika Kecamatan dan lainnya," Ujar Politisi Partai Nasdem Kuansing.

Akan tetapi, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit di Kuansing, yaitu PT. Tri Bakti Sarimas (PT TBS) yang memiliki areal perkebunan di Kecamatan Kuantan Mudik dan Pucuk Rantau, masih dirasakan kurang andilnya.

"PT TBS dalam penanganan Covid-19, masih dirasakan kurang andilnya dalam membantu masyarakat yang berada di lingkungan areal perusahaan, khususnya wilayah Kecamatan Pucuk Rantau dan Kuantan Mudik," tambahnya.


Sebab Katanya, Masyarakat Kuansing saat ini sangat membutuhkan bantuan dalam penanganan atau pencegahan terhadap Covid-19. Sebab perusahaan yang beroperasi di kuansing jangan hanya mencari keuntungan semata, akan tetapi sangat perlu eksis dalam membantu masyarakat. 

Misalnya memberikan bantuan berupa sembako, Pemberian masker bagi warga, Penyemprotan Disinfektan terhadap lingkungan di areal perusahaan," sebutnya.

PT. TBS seakan tidak mau tahu apa yang terjadi dan sampai saat ini, belum ada perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Riau ini, memberikan bantuan terhadap masyarakat yang berada di bawah lingkup perusahaan. "Coba saja lihat, masyarakat sudah kehilangan mata pencaharian (PHK Perusahaan), sudah kehilangan usaha (bidang industri) dan sebagainya," ujarnya lagi.

Selanjutnya dalam hal penanggulangan dan pencegahan Wabah Virus Pandemi Covid-19, Tim Gugus Tugas Kabupaten Kuantan Singingi telah melakukan langkah langkah antara lain : 

1. Siapkan Rumah Sakit Darurat (rencana renovasi Hotel Kuansing),

2. Aula besar akan  disiapkan 40 tempat tidur. 

3. Siapkan kamar mandi atau WC umum.

Dirinya juga berharap kepada masyarakat, agar tetap tenang dan tidak usah panik, tetap konsisten dengan menjaga Protokol Kesehatan, memakai masker, cuci tangan, menghindari kerumunan, jaga jarak, tidak bersalaman untuk sementara waktu. " Disiplin diri itu merupakan salah satu langkah pencegahan, dimulai dari diri pribadi, masyarakat, petugas kesehatan dari puskesmas sampai ke petugas Pemerintah," tuturnya.

Sebab, setiap pasien yang terkonfirmasi positif, baik yang bergejala maupun tanpa gejala sudah ditangani dengan baik. Pasien dengan gejala langsung mendapatkan perawatan intensif di Pinere RSUD Teluk Kuantan. Kemudian, pasien yang menjalani isolasi mandiri tetap dipantau oleh Gugus Tugas Covid-19.

Pasien yang isolasi mandiri tanpa gejala. Kita minta mereka untuk istirahat di rumah saja. Pasien dengan gejala, baru kita rawat secara intensif sampai sembuh. "Alhamdulillah, tingkat kesembuhan di Kuansing sangat tinggi dan mudah-mudahan tidak ada lagi kasus baru di Kuansing," imbuhnya.

Agar tidak ada kasus baru, maka dirinya berpesan agar seluruh masyarakat Kuansing mematuhi protokol kesehatan, selalu kenakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Bahkan Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Kuansing, Asrori Analke Apas, SE sangat mensupport sekali upaya pencegahan yang dilakukan oleh Pemkab Kuansing, dengan cara melakukan penyemprotan Disinfektan terhadap Wabah Virus Covid-19 di seluruh tempat keramaian, seperti Jalan, Pusat Perkantoran, Mesjid, Mushalla, Pasar dan rumah.

Soal pengawasan juga telah dilakukan dengan mendirikan Posko Pengawasan (Poskowas), di lima titik daerah perbatasan antara Kabupaten Kuansing dengan Kabupaten Sijunjung (Sumbar), Kuansing dengan Kabupaten Damasraya (Sumbar), Kuansing dengan Kabupaten Inhu, Kuansing dengan Kabupaten Kampar, Kuansing dengan Kabupaten Pelalawan.

"Jadi dalam pencegahan terhadap Covid-19 ini, harus dari semua sisi termasuk pengawasan, dan pemantauan di posko perbatasan juga harus diperketat. Dan dalam penanganan pasien selama Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), oleh pihak Rumah Sakit dan Puskesmas harus dilayani secara maksimal," tegasnya.

Oleh karena itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kuansing, DR. Agus Mandar, S.Sos. M.Si (Saat Rapat dengan Bupati dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) memaparkan agar :

1. Lakukan Penjagaan/pengawasan Pintu masuk dan keluar dari Kuantan Singingi,

2. Penerapan New Normal bagi daerah zona hijau,

3. Penanganan ODP secara lebih intensif seperti isolasi dan swab,

4. Pemantauan para pedagang yang datang dari luar Kuansing,

5. Koordinasi dengan daerah tetangga seperti Kabupaten Dharmas Raya dan Sijunjung.

Khusus para pedagang yang datang dari luar daerah, agar membawa surat keterangan bebas dari Covid-19. Tertibkan pasar para pedagang dan pembeli, tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19 seperti memakai masker. Kemudian membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada tingkat Desa / Kelurahan, Efektivitas Poskowas sesuai SOP Penanganan Covid-19.

Namun dalam hal Penanganan terhadap pasien terkonfirmasi Positif Covid-19, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kuantan Singingi, Provinsi Riau, dr. H. Fahdiansh, SpOG mengingatkan seluruh anggotanya, untuk dapat menerapkan Protokol Kesehatan dalam penanganan Pasien Covid-19.

"Sebelum menangani pasien, pastikan bahwa diri kita aman terlebih dahulu. Kalau kita sudah aman, baru tangani pasien," ujarnya saat Zoom Meeting Rapat Pembahasan Perkembangan Covid-19, yang dihadiri PJs Bupati Kuansing Roni Rakhmat, Sekdakab DR. Dianto Mampanini, Asisten, Tim Gugus Tugas Covid-19, Kepala Dinas, Direktur RSUD, Camat, Ketua IDI Kuansing, Kepala Puskesmas se Kuansing, bertempat di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuansing, Jumat (23/10) lalu.

Dikatakannya, Se-iring banyaknya tenaga medis terutama dokter yang terinfeksi Covid-19, setidaknya sampai hari ini sudah ada enam dokter di Kuansing yang terpapar Covid-19. "Sampai hari ini, ada enam orang dokter di Kuansing yang terpapar Covid-19. Beberapa orang sudah sembuh dan ada juga yang masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri," jelasnya. 

Menurutnya, Dalam situasi Pandemi Covid-19, para Dokter dan Tenaga Medis yang paling rentan terpapar. Sebab, mereka menjadi ujung tombak dalam penanganan pasien. " Nah, pasien dengan gejala ringan perlu menjadi perhatian kita bersama, jangan sampai kita abaikan protokol kesehatan dalam menanganinya. Perlakuannya harus sama dengan pasien gejala berat, begitu juga dengan OTG," ujarnya lagi.

Untuk itu, perlu kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan dalam menangani pasien. Sehingga, pasien bisa ditolong dan tenaga medis terhindar dari Covid-19. "Misalnya pasien datang mengeluhkan batuk atau deman, kan kita belum tahu apakah mereka terpapar atau tidak. Nah, penanganannya harus standar. Memakai APD, seperti masker dan sarung tangan," tuturnya.

Oleh karena itu, Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat sekarang ini, memang telah menjadi perhatian semua pihak, terlebih lagi dengan adanya angka peningkatan Penyebaran Virus Corona Covid-19 tersebut.

"Meskipun demikian, tidak menyurutkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Untuk tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, dengan mengedepankan keselamatan pasien dirumah sakit," ujar Direktur RSUD Teluk Kuantan, dr. M. Irvan Husin Ketika dihubungi.

Menurutnya, agar RSUD Teluk Kuantan tetap aman, dari penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kuantan Singingi, maka dilakukan upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19. Dan sesuai dari Revisi ke V dalam Penanganan Covid-19, diharapkan kepada masyarakat untuk selalu dapat mematuhi atau melakukan unsur 3 M, yaitu:
1. Menggunakan Masker,
2. Mencuci tangan pakai sabun dan
3. Menjaga jarak.

Sehingga, Pjs Bupati Kuantan Singingi Provinsi Riau, Roni Rakhmat menargetkan dalam empat minggu Kuansing menjadi zona hijau penyebaran Covid-19," Ujarnya saat memimpin rapat antara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kuansing, dan para camat serta Kepala Puskesmas se-Kuansing, Jumat (23/10/2020) lalu.

Dari pertemuan tersebut, Pemkab Kuansing membuat langkah-langkah khusus dalam penanganan kasus Covid-19. Sehingga, Kuansing keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. " Dengan tingginya angka kasus positif, menjadi perhatian serius kita, bagaimana bisa kita tekan, sehingga kasus Covid-19 semakin berkurang," ujarnya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan gugus tugas bersama camat dan Kapus, yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menghadapi Covid-19. Setiap camat dan kapus beserta jajaran diminta untuk mengedukasi masyarakat.

"Bagaimana gerakan 3 M ini mengakar, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, itu menjadi tugas bersama. Kita minta para camat dan Kapus mengedukasi masyarakat. Sehingga, masyarakat semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari," sebutnya.

Pemkab Kuansing juga akan mengefektifkan protokol penanganan dan pengendalian Covid-19 revisi lima. Dimana, kontak erat yang tidak bergejala tidak perlu dilakukan swab. Kemudian, pasien positif tanpa gejala tidak dilakukan swab follow up. "Jadi, kontak erat pasien positif atau pasien tanpa gejala, tak akan dilakukan swab. Cukup jalani isolasi mandiri selama 14 hari," sebutnya.

Dengan strategi yang telah disiapkan tersebut, Roni optimis target Kuansing akan menjadi zona hijau penyebaran Covid-19 dalam empat minggu tercapai. "Kita berharap, semua stakeholder saling bahu-membahu, mulai dari gugus tugas kabupaten sampai ke pemerintahan desa, mari bersama-sama memutus mata rantai Covid-19," tuturnya.