Keajaiban Saat Pandemi Virus Corona, Dua Bayi Kembar Lahir Prematur Saat Ibunya Sedang Dalam Keadaan Koma

Sabtu, 21 November 2020 | 10:09 WIB
Keajaiban Saat Pandemi Virus Corona, Dua Bayi Kembar Lahir Prematur Saat Ibunya Sedang Dalam Keadaan Koma Keajaiban Saat Pandemi Virus Corona, Dua Bayi Kembar Lahir Prematur Saat Ibunya Sedang Dalam Keadaan Koma

RIAU24.COM -  Seorang konsultan rumah sakit dari West Midlands yang jatuh sakit akibat Covid-19 saat tengah hamil anak kembar mengatakan itu adalah "keajaiban" kedua anak itu dilahirkan dengan selamat dan sehat.

Uke Abadi sedang hamil enam bulan ketika dia jatuh sakit parah karena Covid dan dipaksa koma di Rumah Sakit Birmingham City. Dia bangun 16 hari kemudian untuk menemukan benjolan bayinya hilang dan merasa "ketakutan" karena dia mengira si kembar telah meninggal.

Baca Juga: Trudeau Menolak Berkomentar Tentang Kemungkinan Rilis CFO Huawei

Pada kenyataannya, dokter telah melakukan operasi caesar di Perpetual dan Sochika Palmer dan Osinachi Pascal lahir hanya dalam waktu 26 minggu.

Palmer memiliki berat hanya 770g sedangkan kakaknya, Pascal, memiliki berat 850g. Kedua saudara kembar ini menghabiskan beberapa bulan pertama mereka dirawat oleh perawat perawatan intensif dan akhirnya dipulangkan setelah 116 hari di rumah sakit.

Ibu empat anak itu mengatakan, terbangun dua minggu setelah melahirkan "tidak bisa dipercaya" dan meskipun staf rumah sakit mengatakan si kembar adalah miliknya, dia "tidak percaya".

Dia berkata: "Ketika mereka menunjukkan kepada saya gambar-gambar itu, mereka sangat kecil, mereka tidak terlihat seperti manusia, saya tidak percaya itu milik saya. Saya tidak pernah ingin mereka melalui jalan yang sulit ini pada awal hidup mereka. Mereka tidak bisa melihat ibu mereka selama dua minggu, yang jelas membuat saya sangat sedih tapi, yang terpenting, semuanya berjalan dengan baik."

Baca Juga: Menlu Saudi Ungkap Kesepakatan Akhir Dalam Sengketa Qatar Berada Dalam Jangkauan

Matthew Uke, suami Dr Uke, mengatakan melihat anak-anaknya untuk pertama kali memberinya "perasaan campur aduk" karena dia tidak yakin apakah istrinya "akan kembali".

Dia berkata: "Melihat mereka di sana, perasaan campur aduk karena saat itu istri saya masih koma dan saya tidak yakin dia akan kembali, jadi itu adalah campuran perasaan .Benar-benar menakutkan ... setiap hari saya berharap istri saya tidak termasuk di antara mereka yang meninggal. "

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...