Jangan Sepelekan, Sesak Napas Ketika Naik Tangga Bisa Jadi Ciri dari Hipertensi Paru

Sabtu, 05 Desember 2020 | 13:35 WIB
Foto (internet) Foto (internet)

RIAU24.COM -  Ngos-ngosan merupakan hal yang sering kita alami di kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah ketika menaiki tangga. Biasanya, semakin tinggi tangga, dada kita akan terasa sesak saja. Nah, hal ini sering kali kita anggap sebagai akibat dari kurangnya berolahraga. Jadinya, kita sering mengabaikan sesak napas tersebut.

Baca Juga: Relawan Yang Disuntik Vaksin Masih Tertular Covid-19, Tak Ada Jaminan 100 Persen

Tapi ternyata, sesak napas saat menaiki tangga tersebut bukan hanya karena kurang olahraga saja. Ada hal lain yang bisa jadi penyebab dari sesak napas tersebut. Melansir dari Boombastis berikut ulasanya. Contohnya saja adalah penyakit Hipertensi Paru.

Mungkin kalian baru mendengar penyakit yang satu ini. Memang Hipertensi Paru memang merupakan penyakit yang jarang ditemui di dunia. Penyakit tersebut bisa terjadi karena naiknya tekanan di dalam pembuluh arteri paru akibat aliran darah yang terhambat. Kemudian, penyebab lainnya adalah adanya penyakit lain yang terdapat pada jantung ataupun penggumpalan darah pada paru-paru. Kalau penyakit ini tidak ditangani dengan cepat, bisa membuat jantung bagian kanan melemah dan dapat mengakibatkan gagal fungsi.

Selama penyakit ini ada di dalam tubuh, akan memunculkan beberapa gejala. Salah satunya ya sesak napas ketika melakukan aktivitas berat ataupun ringan. Lalu, ciri-ciri lainnya adalah pembengkakan pada pergelangan tangan ataupun kaki yang terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, para penderita Hipertensi Paru juga mengalami munculnya titik biru pada kulit dan bibir. Titik-titik tersebut muncul lantaran sirkulasi darah yang tidak tepat dalam sistem paru-paru. Selanjutnya, gejala lainnya yang bisa timbul adalah nafsu makan menurun, sakit perut, denyut nadi kencang dan jantung berdebar lebih cepat daripada biasanya.

Kabar buruknya dari penyakit ini adalah masih belum ada jalan untuk menyembuhkannya. Hipertensi Paru hanya bisa dilakukan pengobatan saat belum benar-benar parah. Biasanya, pengobatan yang diambil oleh dokter adalah teknik penyembuhan dasar untuk jantung dan paru-paru saja.

Baca Juga: Ladies, Inilah Benda Unik Dan Mainan Anak yang Efektif Dalam Menghilangkan Stres

Untuk itu, supaya kita terhindar dari Hipertensi Paru ada beberapa hal yang harus dilakukan. Itu adalah harus beristirahat dengan cukup tanpa mengurangi jam tidur sedikitpun. Lalu, kalian harus aktif setiap harinya, bisa dengan jalan santai ataupun berolahraga. Kemudian, jangan merokok karena itu adalah pemicu utama dari rusaknya organ paru-paru. Terakhir yaitu harus mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan menghindari fast food.

 

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...