Menu

Peta Jalan Pendidikan Diperbaiki, Jimly Asshidiqqie Ucap Syukur

Amerita 18 Mar 2021, 15:07
google
google

RIAU24.COM -  Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi Jimly Asshiddiqie menanggapi kebijakan Kemendikbud untuk menghapus frasa agama dalam Peta Jalan Pendidikan, Kamis (18/3).

"Kata 'agama' dalam UUD 1945 disebut 14 kali, bahkan jadi judul Bab XI UUD45. Kalo, Peta Jalan Pendidikan tidak sebut kata agama, kesalahannya sangat fatal. Sebab dalam filsafat ada aliran theisme yang tidak mngakui agama. Sedangkan Ketuhanan dalam Pancasila tidak terpisah dari agama," katanya melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @JimlyAs

Dilansir dari Republika.co.id, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin melalui Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi juga menyebutkan hal serupa. KH Ma'ruf tidak ingin peta jalan pendidikan yang dibuat Kemendikbud terkesan sekuler. Ia berharap masukan dari tokoh agama tetap ada dalam draf peta jalan pendidikan.

"Syukurlah kalau sekarang sudah diperbaiki," ujar Jimly melalui akun Twitternya lagi.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menghapus frasa agama di draf Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 yang kemudian diganti dengan akhlak dan budaya.

Dilansir dari republika.co.id, Majelis Ulama Indonesia mengungkapkan keterkejutannya melihat perencanaan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035.

“Tokoh agama, termasuk Ormas, MUI, sangat terkejut dengan konsep ini. Sementara, kami di satu sisi, menginginkan dan senantiasa menyosialisasikan umat agar menjadi umat yang taat beragama,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Jaidi saat dihubungi republika, Minggu (7/3).

Menurutnya, agama merupakan unsur terpenting dan paling mendasar dimana pancasila saja yang merupakan dasar bagi bangsa Indonesia mengamanatkan Ketuhanan Yang Maha Esa di sila pertamanya.

“Unsur agama itu adalah sesuatu yang sangat penting dan mendasar, kenapa ini tidak disebutkan?,” ujarnya.