Kemudahan Belanja Makanan Halal Untuk Menu Buka Puasa Di Inggris

Kamis, 15 April 2021 | 09:12 WIB
Foto : VOI Foto : VOI

RIAU24.COM -  Bagi umat Islam, makanan halal adalah keniscayaan. Oleh karena itu, akses terhadap daging dan bahan pangan halal tentunya sangat penting. Di Inggris Raya di mana Muslim hanya mencapai sekitar 5 persen, berbelanja makanan halal tidak sesulit yang dibayangkan.

Apalagi di bulan Ramadhan, umat Islam sudah terbiasa berbuka puasa bersama keluarganya. Variasi menu makanan membutuhkan bahan makanan yang halal. Lalu, bagaimana umat Islam Indonesia yang tinggal di Inggris mendapatkan makanan halal?

Diberitakan Antara, Kamis, 15 April, Siti Wahadi, seorang Muslimah yang tinggal di London, mengaku selalu membeli makanan halal seminggu sekali. Toko daging halal yang tersebar di area London memudahkan konsumen untuk mengakses bahan makanan halal yang diinginkan.

Baca Juga: Diduga Ingin Memicu Kerusuhan, 4 Warga Palestina Tewas Ditembak Aparat Israel di Tepi Barat

“Saya selalu belanja makanan halal di toko arab dan turki, toko-toko ini sangat lengkap, semua halal dan terkadang ada makanan dari asia, nama toko cheam arena, bahan makanan yang terletak di taman Worcester, surrey, hanya 10 menit jauh dari rumah. Kami sangat senang karena tidak pernah kesulitan berbelanja makanan halal khususnya daging, selain itu dagingnya juga lebih murah dan lebih bersih, ”kata Wahadi yang juga aktivis buruh migran di Inggris itu.

Wahadi mengaku terbiasa berbuka puasa bersama teman atau tetangganya selama bulan Ramadhan, namun aturan kuncian pemerintah Inggris membuatnya tidak bisa melakukan adat tahun ini.

Soal buka bareng, kalau tidak musim pandemi seperti sekarang ini biasanya kita buka bareng di Kantor Kedutaan Besar London. Atau bisa juga di London Central Mosque, masjid di kawasan The Regent's Park yang bisa kita selenggarakan buka bersama. sesama imigran Muslim dari berbagai negara, jadi sangat menyenangkan, "katanya. Menurut bendahara sebuah lembaga yang bergerak di bidang filantropi serta amil zakat, infak dan sedekah, pada acara tersebut para peserta akan berbagi makanan yang dibawa dari rumah.

Di Inggris, makanan halal menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan. Data Badan Pengembangan Pertanian dan Holtikultura (AHDB) Juni 2020, industri makanan halal meningkat pesat. Anggaran orang Inggris untuk makanan dan minuman halal, diperkirakan mencapai £ 4,64 juta (£ 92,6 miliar). Menurut data, makanan dan minuman halal mencapai 8 persen dari total belanja bahan makanan secara keseluruhan di Inggris.

Meski populasi muslim di Inggris sekitar 2.600.000 warga atau 5,02 persen, konsumsi daging sapi halal mencapai 20 persen dari total. Menurut laporan ADHB, konsumen makanan halal di Inggris menginginkan peningkatan jumlah barang, variasi makanan, sertifikasi hingga kualitas terbaik.

Baca Juga: Demi Cegah Korupsi, Pemerintah Negara Ini Larang PNS dan Anggota Komunis Pesta Ulang Tahun

Ifan Rikhza Auladi, mahasiswa pascasarjana Universitas Exeter ini mengungkapkan, dirinya lebih memilih membeli makanan halal yang mentah daripada dimasak. Ia mengatakan akses makanan halal di The City of Exeter terbilang mudah, sehingga bebas memilih bahan yang siap masak.

“Kalau untuk bahan makanan halal seperti daging ada beberapa toko yang berjualan di Exeter. Untuk makanan matang belum pernah dibeli karena suasana lockdown dan dipikirkan ulang karena harganya mahal juga. Lebih baik beli sembako untuk masak bersama teman,” ujarnya. kata Ifan yang mendapat beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Bagi pelajar seperti Ifan, konsumsi sehari-hari harus diatur agar uang beasiswa mencukupi kebutuhan bahkan bisa dihemat. Oleh karena itu, mengelola anggaran menjadi penting, dengan tetap menjaga keseimbangan antara menabung dan membelanjakan uang, terutama untuk makan dan liburan.

Bagi Ifan yang berangkat tanpa keluarga ke Exeter, berkumpul dengan sesama warga Indonesia merupakan salah satu cara melepas kerinduan bersama keluarga di tanah air. Namun pandemi tersebut memungkinkannya untuk menghabiskan waktu hanya dengan teman-teman pesantrennya mengingat jumlah pelajar Indonesia di Exeter tidak sebanyak di kota-kota lain.

“Cerita dari teman biasanya kumpul pelajar Indonesia tapi karena masih suasana pandemi jadi belum bisa terlaksana ... Bagus ... keakraban mudah terjalin suka sama kakak sendiri,” ujarnya.

Jamalia, seorang Muslim yang tinggal di Southampton, Inggris, mengatakan bahwa komunitas Muslim di Inggris semakin menggeliat. “Saat ini, umat Islam di Inggris semakin banyak. Kegiatan keislaman semakin menggeliat. Hal itu saya rasakan jika dibandingkan dengan tiga tahun lalu, ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di Inggris. Jadi, semakin banyak agenda dan aktivitas dari komunitas Muslim di Indonesia. Inggris khususnya di Southampton, ”ujar Jamalia yang juga mahasiswa doktoral matematika, University of Southampton.

Menurutnya, untuk mendapatkan makanan halal di Inggris cukup mudah. “Bagi kami cukup mudah mendapatkan makanan halal, baik daging maupun bahan makanan lainnya. Kami sering berbelanja ke kawasan Saint Mary, itu lokasi toko halal yang dikelola oleh orang Pakistan. Selain itu saya juga sering pergi ke toko halal makanan internasional. di area portswood, Southampton, "katanya.

Ia juga mengatakan, saat ini toko retail besar seperti Asda, Aldi dan Liddle telah menyediakan daging halal mengingat potensi konsumen yang semakin meningkat. 

“Ini akan memudahkan kami untuk membeli,” kata Jamalia yang juga merintis start-up CodeforKids, sebuah platform untuk mendidik anak-anak belajar coding.

Bagi umat Islam Indonesia di Inggris Raya, toko makanan halal yang biasanya dijalankan oleh orang Arab, Pakistan dan Turki menjadi rujukan saat berbelanja. Dan karena banyaknya belanja makanan halal tidak pernah menjadi masalah bagi umat Islam di Inggris.

PenulisR24/ame


Loading...

Terpopuler

Loading...