Mall PGC Jakarta Ditutup, Tukang Service HP Ramai-Ramai Turun ke Jalan : Kami Lapar....

Rabu, 14 Juli 2021 | 00:05 WIB
Foto : Tempo Foto : Tempo

RIAU24.COM -  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berimbas kepada tutupnya Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hal itu membuat sejumlah orang menawarkan jasa servis handphone di pinggir Jalan Mayjen Sutoyo atau sekitar PGC.

Baca Juga: Kader Bela Istri AHY yang Viral Karena Ayat Al Quran, Dede Budhyarto: Kerjaan Sampingan



Dalam video yang diunggah akun Instagram @merekamjakarta terlihat mereka dengan memegang potongan kardus bertuliskan 'terima servis handphone, bisa ditunggu' berjajar menawarkan kepada pengendara yang melintas. 

"Mereka adalah orang-orang yang bergerak di bidang jasa servis handphone di PGC. Ada juga orang-orang yang mencoba peruntungan dengan membantu tukang servis handphone," tulis akun Instagram tersebut. 

Diketahui aksi turun kejalan tersebut akibat mereka tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga di tengah PPKM darurat. Mereka rela turun dibawah terik matahari siang demi keluarga dirumah. 

"Biasanya mereka mulai menawarkan jasa dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Mereka sudah turun ke pinggir jalan di sekitar PGC mulai dari tanggal 3 Juli 2021," tulis akun itu. 

Mereka turun ke jalan untuk menjajakan jasa servis handphone secara on the spot atau langsung di lokasi atau di sekitaran PGC.

"Buat-buat anak saya, buat keluarga. Mati-matian saya," kata salah satu pedagang dalam video tersebut.

"Kami lapar!" sahut pedagang lainnya.

Salah satu tukang servis, Jaung, mengatakan ini pertama kalinya menjajakan jasa servis di pinggir jalan.

"Semenjak mal ditutup, kami selalu menjajakan jasa servis HP di jalan. Kalau enggak begini kebutuhan di rumah siapa yang mau penuhi," ujar Jaung.

Baca Juga: Ribuan Warga Indonesia Meninggal Saat Jalani Isolasi Mandiri, Budi Gunadi Sadikin : Covid-19 Bukan Sakit Aib


Rian, tukang servis lainnya, mengemukakan hal senada. Ia mengatakan, meski tak semua pedagang melakukan hal serupa, tetapi menawarkan jasa servis langsung ini sudah dilakoninya sejak penutupan sementara mal.

"Ya memang enggak semua, tergantung toko karena ini juga kami kan tim ya. Biasanya dari pagi sampai sore aja. Tapi cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," ujar Rian.

Dalam sehari, pelanggan yang menggunakan jasa mereka tak menentu. Jika beruntung, mereka bisa mendapatkan lima pelanggan.


Para pengguna jasa bisa memilih untuk menunggu servis handphone sampai selesai atau ditinggal.



PenulisR24/dev


Loading...
Loading...