Menu

Dengan Usaha yang Sangat Dramatis, Atlet Eko Yuli dari Cabang Angkat Besi Sumbang Medali Perak Bagi Indonesia

Devi 25 Jul 2021, 15:50
Foto : istimewa
Foto : istimewa

RIAU24.COM -  Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi Indonesia, memulai perjalanannya di Olimpiade Tokyo 2020 pada Minggu, 25 Juli 2021.

Eko Yuli turun di nomor 61 kg putra dan bergabung di Grup A bersama Seraj Abdulrahim M Alsaleem (Arab Saudi), Igor Son (Kazahkstan), Thach Kim Tuan (Vietnam), Shota Mishvelidze (Georgia), Yoichi Itokazu (Jepang), Li Fabin (Cina), Kao Chan-Hung (Chinese Taipei), dan Davide Ruiu (Italia).

zxc1

Olimpiade Tokyo 2020 merupakan penampilan keempat Eko Yuli Irawan di pesta olahraga terbesar tersebut. Eko Yuli pernah meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, serta medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pada percobaan (attempt) pertama, Eko Yuli mencoba dengan angkatan seberat 137 kilogram. Dan ia pun berhasil.

Saingan terberatnya asal China, Li Fabin juga mencoba dengan angkatan yang sama, namun pada percobaan tersebut, Li Fabin melakukan kesalahan, yang membuatnya tak mampu menyelesaikan attempt pertama dengan baik.

Namun sayangnya, pada attempt kedua, Eko Yuli gagal saat ia mencoba di 141 kg. Sementara Li Fabin berhasil menyelesaikan attempt ke dua.

Meski begitu, Li Fabin dan Eko Yuli meninggalkan lawan yang lain cukup jauh yakni Yoichi Itokazu yang berada di peringkat ketiga dengan 133 kg.

Namun Eko Yuli masih punya peluang dalam clean and jerk .

Clean and jerk adalah mengangkat barbel melalui dua gerakan yang disebut clean dan jerk.
Dalam gerakan clean, barbel diangkat dari lantai ke bahu atlet dalam posisi jongkok. Lalu dilanjutkan dengan gerakan jerk yaitu berdiri sambil mengangkat barbel ke posisi stabil di atas kepala.

Saat ini, angkat besi di Olimpiade terdiri dari snatch dan clean and jerk.


Dalam clean and jerk, Eko Yuli mencoba di 165 kg.
Dalam attempt pertama, Eko berhasil melakukan angkatan. Hal ini membuat Eko memiliki peluang memperoleh medali perunggu.

Namun, Igor Son dari Kazahkstan membayangi Eko Yuli, karena Igor berhasil melakukan angkatan yang sangat bagus dalam clean and jerk, dengan total 294 kg.

Sementara Li Fabin mencoba attemp 1 di 166 kg. Dalam attempt pertama ini, Li Fabin juga berhasil melakukan angkatan.

Di attempt kedua, Li Fabin mencoba di 172 kg, dan ia pun berhasil.

Melihat Li Fabin yang berhasil di attempt ke 2, Eko Yuli tak tinggal diam.
Secara mengejutkan, ia mengambil angkatan di 177 kg, hal ini dilakukannya untuk mengejar ketertinggalan. Namun sayang, Eko Yuli gagal, sehingga Li Fabin masih jauh memimpin.

Dalam attempt ketiga, Eko Yuli masih mecoba di 177 kg, namun lagi-lagi, ia gagal mengangkat angkatan, sehingga total angka yang berhasil dikumpulkan oleh Eko Yuli adalah 302 kg.

Hasil akhir ini resmi membuat Eko Yuli meduduki posisi kedua, dan meraih medali perunggu.

Sementara Li Fabin di attempt 3 mencoba 178 kg, namun gagal.

Meski begitu, Li Fabin berhasil mendapat medali emas dengan total akhir 313 kg.

Di peringkat ketiga, Igor Son meraih medali perunggu dengan total 294 kg

Medali perak yang diraih Eko Yuli menjadi medali pertama di bidang angkat besi pria 61 kg, sekaligus medali kedua bagi Indonesia.


Selamat, Eko Yuli...