Menu

Tembak Mati Teman Sekelas saat Jam Makan Siang, Remaja 13 Tahun Ditangkap, Orang Tua Panik

Amerita 14 Aug 2021, 19:48
Sumber foto: NYP
Sumber foto: NYP

RIAU24.COM - Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun ditangkap setelah dia diduga menembak mati teman sekelasnya di sekolah, Jumat (13/8).

Penembakan itu adalah insiden tunggal di mana siswa itu menembak temannya di halaman sekolah saat istirahat makan siang di Sekolah Menengah Washington, kata Wakil Komandan Departemen Kepolisian Albuquerque Kyle Hartsock dalam konferensi pers.
zxc1 
Seorang petugas sumber daya sekolah menangkap remaja bersenjata itu dan tidak ada siswa lain yang terluka.

Polisi sedang mencari tahu bagaimana siswa itu bisa mendapatkan senjata.


“Ini hanya hari yang buruk bagi APS. Ini adalah hari yang buruk bagi komunitas ini,” kata Scott Elder, pengawas Sekolah Umum Albuquerque.

“Tidak akan ada kelas pada hari Senin. Namun, staf akan bekerja dengan konselor dan terapis untuk membantu mempersiapkan sehingga ketika anak-anak kembali kami akan diperlengkapi untuk menangani mereka dan kekhawatiran mereka untuk kembali ke sekolah,” tambahnya.

zxc2 
Seorang penduduk yang tinggal tak jauh dari sekolah mengaku mendengar sekitar enam tembakan saat para siswa berada di luar di halaman sekolah.

“10 menit kemudian ada polisi di mana-mana. Saya ketakutan sekarang. Kami telah mengalami banyak kejahatan di blok ini baru-baru ini,” kata Ross Rader.

Orang tua dan siswa mengatakan ada perkelahian di sekolah pada hari Kamis, tetapi tak jelas apakah siswa yang terlibat dalam perkelahian dan penembakan adalah siswa yang sama.

Departemen Pendidikan Publik New Mexico merilis sebuah pernyataan sebagai tanggapan atas penembakan itu, menyebutnya sebagai hari yang mengerikan bagi negara bagian.

“Peristiwa tragis hari ini di Sekolah Menengah Washington di Albuquerque berarti momok mengerikan kekerasan sekolah telah mendarat di depan pintu kita. Sementara banyak detail masih belum diketahui, kami tahu bahwa ada tembakan, seorang anak tewas, dan seseorang ditahan.”